KAMIS , 22 FEBRUARI 2018

Holy Sumbang Emas Terakhir Buat Sulsel di Kejurnas Tinju Junior

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 06 Agustus 2017 22:00
Holy Sumbang Emas Terakhir Buat Sulsel di Kejurnas Tinju Junior

Petinju andalan Sulsel Yosua Holy Masihor (kanan) menumbangkan petinju Jawa Barat Welem R Batuwael di kelas 49 Kg youth putra Kejurnas Tinju Amatir Junior-Youth 2017 di GOR Flobamora, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Mingu (6/8) malam. foto: ist for rakyatsulsel.

KUPANG, RAKYATSULSEL.COM – Petinju andalan Sulsel Yosua Holy Masihor akhirnya mampu mewujudkan impiannya meraih medali emas setelah menumbangkan petinju Jawa Barat Welem R Batuwael di kelas 49 Kg youth putra Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Tinju Amatir Junior-Youth 2017 di GOR Flobamora, Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) Mingu (6/8) malam.

Dengan demikian di kejuaraan tinju amatir junior-youth 2017 ini Sulsel membawa pulang 2 emas, 1 perak, dan 7 perungu. Satu medali emas lainnya diperoleh petinju putri Sulsel, Marhayati di kelas 54 Kilogram (Kg) youth putri, Sabtu (5/8) .

Marhayati memupus impian petinju tuan rumah, Pangan Kristina Angela Liko pada partai final, Sabtu (5/8). Sementara, medali perak diraih Abraham Wasihor, adik kandung Holy dari kelas 54 Kg junior putra di ahri yang sama. Untuk medali perak diperoleh oleh tujuh petinju lainnya.

Duel dua petinju muda ini berlangsung sengit. Meski baru bermain di kelas 49 Kg youth, namun Holy yang sama sekali tidak diunggulkan oleh lawan-lawannya mampu membuktikan jika mereka salah memprediksi. Sementara rivalnya, Welem, selain lebih tinggi dan memiliki jangkauan tangan yang panjang ia juga punya jam terbang yang lebih bagus dibabnding Holy.

“Karena tidak diperhitungkan, saya bermain tanpa beban. Saya juga ingin memperlihatkan kepada mereka kalau petinju muda Sulsel juga patut diperhitungkan di kancah nasional,” ujar Holy usai turun dari ring.

Prestasi yang diraih Holy kali ini menjadi terasa istimewa sekaligus sebagai penghibur. Sebab di Kejurnas Kapolri Cup ia gugur di babak penyisihan. Lawan yang dihadapi di final juga petinju berpengalaman di kelasnya.

Menurut Holy, sejak Adi Rasyid Ali memimpin Pertina Sulsel, petinju-petinju muda Sulsel kini bersemangat untuk terus berlatih dan berprestasi. Alasannya, perhatian dan komitmen ARA untuk memajukan tinju Sulsel betul-betul serius.

[NEXT-RASUL]

‘’Tak ada lagi perbedaan dan sekat antara petinju yang satu dengan lainnya. Semua sama. Yang penting atlet mau berlatih dan meraih prestasi pasti diperhatikan,” ungkap Holy.

Ketua Pengprov Pertina Sulsel, Adi Rasyid Ali mengaku, bangga atas prestasi yang diraih anak binaanya ini. ‘’Terima kasih atas prestasi ini. Saya harap Holy tidak cepat puas dengan hasil ini. Terus berlatih sebab ke depan masih banyak event yang akan diikuti oleh Sulsel,” ujar ARA, sapaanya.

Ketua KONI Sulsel, Andi Darussalam Tabusalla dan Ketua Harian KONI Sulsel, Ellong Tjandra mengaku salut atas prestasi ini. Apalagi kedua pejabat organisasi induk cabang-cabang olahraga ini tahu persis persiapan petinju Sulsel ke kejurnas kali ini sangat singkat.

“Tapi mereka mampu meraih dua emas, satu perak dan 7 perunggu. Saya kira ini prestasi yang luar biasa. Selain pengurus Pertinanya juga baru dilantik, persiapan atlet mengikuti kejuaraan ini juga sangat mepet,” kata ADS, sapaan Ketua KONI Sulsel.

Hal senada dikatakan Ellong Tjandra. Calon kuat Ketua KONI Sulsel ini. Ia pun berharap petinju Sulsel terus berlatih menghadapi even-even berikutnya. (***)


div>