KAMIS , 13 DESEMBER 2018

Hore!!! Guru Honorer Pangkep Digaji Lewat APBD

Reporter:

get_the_user_login

Editor:

dedi

Rabu , 28 Desember 2016 19:40
Hore!!! Guru Honorer Pangkep Digaji Lewat APBD

Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid, saat menyerahkan Ranperda APBD ke Ketua DPRD pangkep Andi Ilham Zainuddin, beberapa waktu lalu..

PANGKEP, RAKYATSULSEL.COM –  Ratusan guru honorer di kabupaten Pangkep patut berterima kasih, bagaimana tidak Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid memberi angin segar dengan menyiapkan gaji yang dianggarkan dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) 2017.

Bupati Pangkep Syamsuddin Hamid yang ditemui, Rabu (28/12), menjelaskan bahwa anggaran yang diusulkan untuk menggaji para guru honorer sudah disetujui DPRD.

“Jadi sekarang DPRD sudah menyetujui atas usulan itu, hanya saja dalam tahap awal, baru honorer guru SD, yang kita akomodir, dan itu di lakukan secara bertahap dan selanjutnya akan menyusul guru honorer SMP dan SMA,” ungkapnya.

Hal senada juga diutarakan pelaksana tugas (Plt) Kadis Pendidikan Pangkep Muslimin Yusuf, menurutnya untuk tahun depan pemerintah menyiapkan dana sebesar Rp 5 miliar untuk gaji honorer, meski demikian Honorer guru SD yang diberikan itu, harus memegang kelas, minimal dia diberikan kepercayaan untuk menguasai satu kelas oleh kepala sekolah.

“DPRD sudah setujui, jadi kita siapakan Rp5 miliar, dan ini prestasi tersendiri bagi pemerintah pangkep, karena baru kali ini, gaji guru honorer dibayar melalui APBD, kitapun wajib berterima kasih pada bupati yang mau memikirkan nasib guru honorernya”, Jelas Muslimin

“Kasihan juga guru honorer, yang butuh sertifikasi, kalo tidak di gaji dari APBD pasti tidak bisa. jadi kalau sudah seperti ini, mereka (guru honorer, Red) Sudah bisa kita beri tunjangan sertifikasi,” tambahnya.

Muslimin menjelaskan, dengan melihat kondisi lapangan, utamanya di wilayah kepulauan dan penggunungan, bahkan juga di wilayah daratan ini, ada beberapa guru honorer yang bekerja sendiri mengendalikan pengajaran di sekolah.

“Ada juga sekolah di  pulau, hanya satu guru PNS, yang lainnya itu hanya guru honorer” tutup mantan kepala sekolah SMA negeri 1 Balang Lompo tersebut.


div>