RABU , 26 SEPTEMBER 2018

Hotel dan Restoran di Makassar Wajib Daftarkan Karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan

Reporter:

Nhera

Editor:

Lukman

Kamis , 15 Maret 2018 21:00
Hotel dan Restoran di Makassar Wajib Daftarkan Karyawannya ke BPJS Ketenagakerjaan

Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga (kanan) Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar Usman Rappe (kiri) saat melaksanakan penandatangan memorandum of understanding (MoU), di Hotel Gamarra Makassar, Kamis (15/3).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulsel Anggiat Sinaga, mengajak seluruh hotel dan restoran di Sulsel khususnya Makassar untuk mendaftarkan karyawannya di Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan.

Langkah awal Ketua PHRI ini yakni dengan melakukan kerja sama dengan BPJS Ketenagakerjaan Makassar terkait sinergi perlindungan pekerja.

“Jujur kami terpanggil untuk melakukan sebuah langkah untuk melindungi jaminan keselamatan karyawan baik hotel, restoran maupun rumah makan. Apapun usahanya karyawan tersebut harus didaftarkan ke BPJS ketenagkerjaan,” ungkap Anggiat saat melaksanakan press conference di Gammara Hotel Makassar, Kamis (15/3).

Dengan penandatanganan memorandum of understanding (MoU) ini sebagai langkah mengingatkan pengusaha se Sulsel bahwa karyawan adalah aset yang harus dilindungi secara asuransi sosial.

“Mudah-mudahan kerjasama ini memberikan manfaat. Ayo kita sama-sama mengikutsertakan seluruh karyawan ke BPJS ketenagkerjaan,” bebernya.

Sementara, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Makassar, Usman Rappe menambahkan, kerja sama tersebut dilakukan oleh BPJS Ketenagakerjaan, dalam memperluas cakupan kepesertaan dan memberikan manfaat layanan tambahan kepada peserta BPJS Ketenagakerjaan yang berada di Makassar.

“Kerjasama sama ini akan terus berlanjut, kami akan ikut memasarkan hotel- hotel dan restoran yang telah bekerjasama, seperti yang sudah memiliki kartu BPJS Ketenakerjaan akan mendapatkan potongan diskon dari pihak hotel,” tambahnya.

Saat ini jumlah hotel dan penginapan yang telah bekerjasama dengan pihak BPJS ketenagakerjaan masih sekitar 10 persen dari total hotel di Makassar yakni 385.

“Upaya kami yakni akan meminta data-data hotel yang belum mendaftarkan karyawannya di BPJS ketenagakerjaan, mudah-mudahan kedepan membawa perbaikan baik dari pihak hotel dan BPJS,” tutupnya. (*)


Tag
  • PHRI Sulsel
  •  
    div>