JUMAT , 21 SEPTEMBER 2018

HTI Sebut Polisi Sengaja Persulit Aksi

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 17 April 2017 10:41
HTI Sebut Polisi Sengaja Persulit Aksi

Ilustrasi. foto: net

MAKASSAR, RAKSUL – Koordinator Lapangan Tablig Akbar Hizbut Tahrir Indonesia (HTI), Muh Ilham menyesalkan adanya upaya menghalang-halangi HTI melakukan kegiatan Tabligh Akbar, di Lapangan Karebosi Makassar, Minggu (16/4) pagi.

Menurut Ilham, kegiatan Tablig Akbar yang dilaksanakan sejatinya sudah memiliki izin tempat dari Dinas Pemuda Olahraga yang dilampirkan ke Polda Sulsel.

“Siapa bilang kami tidak memiliki izin, kami tertib administrasi. Izin tempat sudah kami kantongi tetapi karena ada bisikan dari berbagai pihak makanya izin kami ditunda. Ingat bukan tidak mengeluarkan izin,” tegas Ilham diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (17/4).

Sementara itu, Ketua DPP HTI, Rahmat S Labib mengatakan HTI selalu patuh terhadap semua aturan di Indonesia.

“HTI sudah menjalankan semua prosedur yang diinginkan oleh pemerintah tapi ditengah perjalanan dibatalkan, yang jelas HTI adalah organisasi yang taat pada hukum,” beber Rahmat.

Dalam kegiatannya, HTI disebut melanggar Pasal 12 (2) Undang-undang nomor 9 tahun 200. HTI tidak memenuhi jumlah penanggungjawab aksi dalam pasal yang berbunyi ‘setiap sampai 100 orang pelaku atau peserta unjuk rasa atau demonstrasi dan pawai harus ada seseorang sampai lima penanggung jawab.

“Intinya, pemerintah ingin membantu atau mempersulit. Kalau ingin membantu kan bisa diinfokan bahwa penanggung jawabnya kurang,” kesal Rahmat.

[NEXT-RASUL]

Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Sulsel, Kombes Dicky Sondani saat melakukan pengamanan aksi HTI di Jl Jendral Sudirman mengatakan kegiatan Tabligh Akbar HTI tidak mendapatkan izin dari berbagai instansi, seperti Pemerintah Kota, Pemerintah Provinsi bahkan izin Polda Sulsel.

Izin tidak dikeluarkan karena HTI dalam surat permohonan izin kegiatan yang di berikan kepada instansi terkait tidak terdapat siapa penanggung jawab kegiatan.

“Surat izin yang dimasukkan kepada polda tidak ada penanggung jawabnya, dalam aturan setiap aksi harus ada penanggung jawab. Sedangkan mereka tidak bisa memberikan siapa penanggung jawabnya,” kata Dicky Sondani.

Usai melakukan aksi, saat massa HTI membubarkan diri, puluhan massa dari GP Anshor menghadang massa HTI di perempatan Jl Gunung Bawakaraeng dan Jl Jenderal Sudirman. Dua kubu ini sempat adu jotos, namun tidak berlangsung lama karena dibubarkan pihak kepolisian.

Aparat kepolisian langsung menenangkan massa HTI dan mengusir puluhan massa GP Anshor agar tidak terjadi keributan. Polisi lalu mengawal para massa HTI menjauh dari GP Anshor. (***)


div>