JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

Humas Pemkot Makassar Bahas Pungli di Sekolah

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Sabtu , 18 Maret 2017 12:55
Humas Pemkot Makassar Bahas Pungli di Sekolah

Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar dan Kepala Inspektorat Kota Makassar Zaenal Ibrahim untuk tampil sebagai pembicara diskusi dengan tema perbincangan 'Cegah Praktik Pungli di Sekolah' di Celebes Cafe, Makassar, Jumat (17/3).foto suryadi maswatu/rakyatsulsel.

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Dalam memberikan pelayanan informasi serta mencari solusi permasalah sosial yang timbul di tengah-tengah masyarakat Kota Makassar, Bagian Hubungan Masyarakat (Humas) kota Makassar mengelar diskusi dengan tema perbincangan ‘Cegah Praktik Pungli di Sekolah’ di Celebes Cafe, Makassar, Jumat (17/3).

Diskusi ini menghadirkan Kepala Dinas Pendidikan Kota Makassar Ismunandar dan Kepala Inspektorat Kota Makassar Zaenal Ibrahim untuk tampil sebagai pembicara yang dipandu Andi Mangara, salah satu penyiar senior di salah satu radio di Kota Makassar, serta diikuti puluhan jurnalis yang ada di Kota Makassar

Kepala Dinas Pendidikan Makassar, Ismunandar, menjelaskan, masalah yang timbul terkait praktek pungli di sekolah diakibatkan kurangnya pemahaman sebagian orang tua yang ingin selalu memaksakan kehendak untuk menyekolahkan anaknya di sekolah negeri favorit.

“Padahal, sejumlah sekolah swasta yang ada di Kota Makassar banyak juga yang mempunyai prestasi yang menonjol, baik di tingkat nasional dan maupun di luar negeri,” ungkapnya.

Ismunandar juga menuturkan, akibat dari paradigma orang tua yang ingin masukkan anaknya ke sekolah negeri favorit tanpa melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) secara online, sehingga memaksa pihak sekolah untuk membuka kelas tambahan.

Menurutnya, ada beberapa sekolah tingkat atas pada penerimaan murid baru tahun lalu mengambil jalan pintas dengan menambah ruang kelas untuk menerima murid baru melalui jalur ‘lewat jendela’, sehingga berdampak physicologis pada anak itu sendiri.

Parahnya, setelah dilakukan pemantauan terkait laporan dari orang tua murid, ternyata ada sekolah yang membuka kelas baru dengan memakai ruang perpustakaan dan ruang laboratorium mirisnya lagi.

[NEXT-RASUL]

“Bahkan ada  yang terpaksa siswanya menggunakan kantin sekolah sebagai ruang belajar,” ungkapnya.

Sementara, sebagai pengawas pemerintahan, Kepala Inspektorat Kota Makassar, Zainal Ibrahim, mengungkapkan, akan menginstruksikan kepada UPTD Pendidikan di setiap kecamatan untuk lebih melakukan pengawasan melekat di setiap sekolah dalam wilayah UPTD-nya

“Pada penerimaan siswa baru tahun ajaran berikutnya kita akan lakukan pengawasan lebih melekat dengan melibatkan UPTD dan unsur terkait lainnya, agar tidak ada lagi terkadi hal yang demikian,” tegasnya.

Untuk itu, ia menyarakan kepada orang tua siswa  untuk memahami
bahwa  sistem penerimaan murid baru sudah ada regulasinya, yaitu melalui jalur prasejahtera, reguler, domisili serta kemitraan, sehingga tidak akan memaksakan anaknya untuk sekolah yang menurut mereka adalah sekolah favorit.

Zainal menuturkan, sejak Walikota Makassar, Moh Ramdhan pomanto mencetuskan 18 revolusi pendidikan dalam dunia pendidikan di Kota Makassar yang mewajibkan satu sekolah mempunyai lima super student.

“Ini menunjukkan bahwa sudah tidak ada lagi perbedaan, antara sekolah favorit negeri dengan sekolah swasta,” jelasnya. (***)


div>