SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Humas Pemkot Makassar Raih Penghargaan PRIA

Reporter:

Editor:

RRS

Jumat , 30 Maret 2018 19:01
Humas Pemkot Makassar Raih Penghargaan PRIA

int

SURABAYA,RAKYATSULSEL – Bagian Humas Sekretariat Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar kembali meraih penghargaan PR Indonesia Awards (PRIA) 2018, di Tunjungan, Surabaya, Kamis (29/3/2018) malam tadi.

Penghargaan ini menggenapkan torehan yang diraih Humas Pemkot Makassar dua tahun berturut-turut, sebelumnya diraih di tahun 2017 lalu. Kali ini, penghargaan tersebut masuk dalam kategori Terpopuler di Media Sub Kategori Kota.

“Alhamdulillah, dua tahun berturut turut meraih Public Relations Indonesia Award 2017 dan kali ini 2018 di Surabaya menandakan bahwa Bagian Humas Kota Makassar mampu memberikan kontribusi dan inovasi kepada Kehumasan Indonesia,” ujar Kabag Humas Sekretariat Pemkot Makassar, Firman H Pagarra.

Kabag Humas yang sementara DIKLATPIM di LAN RI lanjut mengatakan, penghargaan ini merupakan bentuk kekompakan tim dan sinergitas Bagian Humas bersama seluruh stakeholder menjadikan tugas fungsi humas berjalan on the right track.

“Semoga kerja kerja humas selama ini utamanya kerjasama media mampu memberikan dan menjembatani pelayanan publik dan informasi Pemerintah Kota Makassar kepada masyarakat secara faktual tanpa hoax. Sehingga memberikan manfaat maksimal dua kali tambah baik kepada masyarakat,” harap Firman.

Sekedar diketahui, PRIA adalah kompetisi yang rutin diadakan PR Indonesia sejak 2016. Kompetisi yang memasuki tahun ketiga ini, diikuti korporasi dan organisasi baik pemerintah maupun non pemerintah.

“Inilah pesta olimpiade paling komprehensif yang dihadirkan untuk mengukur kinerja dan produk humas atau PR sepanjang satu tahun,” kata Founder, Asmono Wikan sekaligus CEO PR Indonesia.

Delapan kategori dihadirkan tahun ini. Tiga diantaranya kategori baru. Antara lain, Kategori Krisis (Pedoman Krisis, Penanganan Krisis), Manual Tata Kelola Kehumasan, dan Laporan Tahunan (Annual Report dan Sustainability Report).

Sebanyak 16 juri ahli dikerahkan untuk memberikan penilaian obyektif. Antara lain, Maria Wongsonagoro dan Magdalena Wenas (PR Indonesia Gurus), Noke Kiroyan (Kiroyan Partners), Ariani Djalal (Kantor Staf Presiden), Troy Pantouw (Senior Consultant AIS Training and Consulting), Titis Widyatmoko, Arbain Rambey (KOMPAS), Gunawan Alif (Indonesia CSR Society).


div>