MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Husain-Esra: Kami Tak Keluar Biaya Beli Kendaraan Politik

Reporter:

Editor:

hur

Minggu , 13 September 2015 15:17

MALILI, RAKYAT SULSEL–Pasangan Cabup-cawabup Luwu Timur, Nur Husain-Esra Lamban mengatakan, pihaknya tidak mempunyai beban untuk mengembalikan uang rakyat. Beban mereka kepada masyarakat adalah membangun daerah Luwu Timur dan Mensejahterakan masyarkat bila nanti terpilih memimpin Luwu Timur pada Pilkada Desember mendatang.

“Nur Husain dan Esra Lamban maju (di Pilkada), murni karena ingin mengabdikan diri membangun daerah ini. Dan kami dapat dukungan partai tanpa harus membayar dan berujung pada mengembalikan modal beli kendaraan,” ungkap Esra Lamban di saat memenuhi undangan dari masyarakat Kecamatan Angkona.

Di hadapan masyarakat Angkona, legislator PDIP Luwu Timur ini mengatakan, dirinya dan pasangan Nur Husain merupakan paket yang memiliki beban dan tanggung jawab untuk membangun daerah lebih baik dan bisa mensejahtera masyarakat.

“Satu kesyukuran bagi kami, karena kami tidak pernah mengamburkan uang untuk membeli partai yang dijadikan kendaraan saat maju di Pilkada ini. Artinya, kita betul-betul maju menjadi pemimpin Luwu Timur yang bersihm dan hanya ingin membangun daerah dan mensejahterakan masyarakat semata. Sebelumnya kami dapatkan partai pengusung sama sekali tidak mengeluarkan duit sepersen pun, sehingga kami tak punya beban,” ungkap Ketua PDIP Kabupaten Luwu Timur ini.

Menurut Esra, dirinya dan Nur Husain maju di Pilkada, murni karena dorongan masyarakat yang ingin melihat daerahnya maju berkembang. Hal itu pula yang mendorong partai besar di Indonesia yakni Demokrat dan PDIP pasangan nomor urut 1 di Pilkada Lutim ini.

“Dukungan dari Partai Demokrat dan PDI-P, murni karena melihat kualitas figur, sehinga NH-Esra tidak mengeluarkan uang untuk beli kendaraan (dukungan parpol),” kata Esra.

Karena itu, Calon wabup bertagline “Kekuatan Rakyat” ini pun mengajak masyarakat untuk menggunakan hak pilih secara bijak pada 9 Desember nanti. Sebab, kata Esra, salah memilih pemimpin, maka selama lima tahun akan merasakan kesalahan itu.

Dalam kesempatan yang sama, Calon bupati Nur Husain menambahkan, politik akan dipergunakan oleh para oknum untuk menebarkan fitnah jika cara berpolitik itu tidak sehat.

“Jangan mudah percaya kalau ada calon yang menebarkan janji yang tidak realistis. Apa lagi berjanji mau mengangkat anak kita menjadi PNS kalau terpilih. Karena pengangkatan sebagai pegawai negeri sipil di pemerintahan itu sudah punya standar dan mekanisme,” tandas Nur Husain.


div>