SABTU , 17 NOVEMBER 2018

Husler Beri Bantuan Dana Pembangunan Ponpes As Syafi’iyah Hamzanwadi

Reporter:

Ibrahim

Editor:

asharabdullah

Rabu , 20 Desember 2017 16:06
Husler Beri Bantuan Dana Pembangunan Ponpes As Syafi’iyah Hamzanwadi

Bupati Lutim, Thorig Husler saat memberikan sambutan di perayaan Maulid Nabi Muhammmad SAW yang berlangsung di halaman Pondok Pesantren Yayasan Pendidikan As Syafi'iyah Hamzanwadi, Rabu (20/12/2017). ist

LUTIM, RAKYATSULSEL.COM – Umat Islam di Desa Taripa Kecamatan Angkona yang mayoritas merupakan Jamaah Nahdatul Wathan menggelar perayaan Maulid Nabi Muhammmad SAW, Bupati Luwu Timur, Thorig Husler bersama Anggota DPRD, Harisah Suharjo dan Tugiat, Camat Angkona, Amran Akmal dan Kabag Humas dan Protokol Alimuddin Bachtiar juga terlihat hadir dalam perayaan Maulid tersebut.

Peringatan Maulid ini mengangkat tema “Jadikan Hikmah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW Sebagai Teladan Dalam Memperkuat Karakter Bangsa Melalui Pendidikan” yang berlangsung di halaman Pondok Pesantren Yayasan Pendidikan As Syafi’iyah Hamzanwadi, Rabu (20/12/2017).

Pimpinan Ponpes As Syafi’iyah Hamzanwadi, Ustadz Muhammad Sabli mengatakan, pondok pesantren ini bergerak dibidang pendidikan dan sosial. Menurutnya, sektor pendidikan merupakan sektor yang sangat penting untuk menyiapkan SDM yang berkualitas dan berakhlak mulia.

Dia menambahkan, pondok pesantren ini dibangun dengan perjuangan dan dukungan seluruh masyarakat desa Taripa. Ponpes ini merupakan tanggung jawab semua pihak. Tidak hanya pemerintah namun juga masyarakat disekitar pesantren. Ia mengatakan, sudah banyak bantuan infrastruktur yang diberikan pemerintah daerah baik itu ruang kelas maupun asrama santri.

“Untuk asrama santri putra sudah rampung, namun untuk asrama putri masih belum selesai karena terkendala anggaran. Untuk itulah kami berharap bantuan untuk merampungkan asrama itu” katanya.

Menanggapi permintaan itu, Thorig Husler mengaku bersedia memberikan bantuan dana senilai Rp 20 juta untuk merampungkan asrama putri tersebut. Menurutnya, pendidikan agama sangat penting, apalagi kehadiran pondok pesantren ini bukan saja merupakan tanggung jawab pengelola, tapi juga merupakan tanggung jawab bersama baik itu pemerintah daerah maupun masyarakat.

“Dimasa kepemimpinan saya, tidak boleh ada pondok pesantren yang terkendala aktivitasnya karena persoalan dana. Sebisa mungkin kita akan bantu karena pendidikan agama sangat penting untuk menyiapkan generasi muda sebagai calon pemimpin dimasa depan” tambahnya. (*)


div>