SELASA , 25 SEPTEMBER 2018

Husler Hadiri Melasti Bersama Ribuan Umat Hindu Lutim

Reporter:

Editor:

dedi

Minggu , 26 Maret 2017 11:16
Husler Hadiri Melasti Bersama Ribuan Umat Hindu Lutim

int

LUWU TIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Ribuan umat hindu ikut hadir dalam acara melasti bersama umat hindu Kabupaten Luwu timur yang di gelar di pantai ujung suso, Kecamatan Burau Sabtu, 25 Maret 2017.

Bupati Luwu Timur, H. Muh. Thorig Husler turut hadir bersama forum komunikasi pimpinan daerah kabupaten luwu timur tersebut.

Saat memberikan sambutan Husler mengigatkan bahwa masyarakat Kabupaten Luwu Timur adalah masyarakat yang plural dan beragam. Untuk itu, Husler mengharapkan keberagaman tersebut dapat menjadi perekat dan pemersatu agar keamanan dan ketentraman masyarakat terus terjaga.

Menurutnya, rasa aman adalah modal dasar keberlangsungan pembangunan di Kabupaten Luwu Timur. “Tanpa rasa aman mustahil kita dapat membangun daerah ini,” katanya.

Melasti kali ini sendiri mengusung tema tentang pentingnya menjaga kebhinekaan berbangsa dan bernegara.

Umat hindu sebagai bagian dari bangsa yang memiliki kekayaan agama dan suku yang beragam ini diharapkan mampu menjadi salahsatu penjaga keutuhan NKRI.

Melalui Dinas Pariwisata Kabupaten Luwu Timur, Bupati luwu timur, H. Muh. Thorig Husler juga berkeinginan untuk menjadikan upacara melasti yang digelar dua tahun sekali tersebut sebagai salah satu destinasi wisata di Luwu Timur.

Untuk itu dirinya berharap pada upacara melasti berikutnya dapat terselenggara dengan lebih baik dan representatif baik untuk umat hindu yang melakukan persembahyangan maupun terhadap pengunjung yang ingin menyaksikan langsung acara tersebut.

“Kita ingin masyarakat luas juga tau bahwa acara seperti ini (melsati) tidak hanya ada di bali, tapi juga ada di Luwu Timur” ungkap Husler.

Diakhir sambutannya Husler juga mengucapkan selamat kepada seluruh umat hindu yang sebentar lagi akan memasuki hari raya nyepi tahun baru caka 1939.

Sejumlah rangkaian acara di gelar pada melasti bersama tahun ini yakni, caru (penyucian), Mulang Pekelem, Ngamet Tirta, dan sembahyang bersama.

Upacara Melasti sendiri berarti “menuju air” yang secara filisofi air dimaknai sebagai sumber kehidupan, jadi melasti bagi umat hindu bermakna upacara untuk menuju kehidupan.

“Melasti diharapkan dapat membawa umat menuju kebahagiaan, baik sesama umat hindu, sesama bangsa dan kepada alam semesta. Ungkap Ketua Parisada Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Luwu Timur, I Wayan Sudarsana.

“Melasti bertujuan untuk melepas semua ke kotoran diri sebelum memasuki caturbrata Nyepi” kuncinya.


div>