RABU , 21 NOVEMBER 2018

Husler : Program BPNT Tingkatkan Roda Perekonomian Daerah

Reporter:

Ibrahim

Editor:

Iskanto

Senin , 22 Oktober 2018 15:40
Husler : Program BPNT Tingkatkan Roda Perekonomian Daerah

Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada beberapa perwakilan penerima bantuan sosial program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Bupati Luwu Timur, HM. Thorig Husler menyerahkan Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) kepada beberapa perwakilan penerima bantuan sosial program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT). Program ini merupakan inovasi perbaikan program bantuan beras sejahtera atau Rastra. Dimana masyarakat tidak lagi menerima bantuan langsung berupa beras 10 kg tapi diberikan melalui rekening keluarga penerima manfaat.

Husler dalam sambutannya mengatakan, program BPNT memiliki banyak manfaat. Disamping dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat penerima manfaat, disisi lain juga dapat menggerakkan usaha masyarakat yang berdampak pada peningkatan roda perekonomian daerah.

“Program BPNT ini dapat menggerakkan sektor riil di masyarakat terutama penjual beras dan telur. Pasalnya penerima manfaat hanya boleh membeli beras dan telur di warung-warung warga yang telah ditentukan atau E Warung,” jelas Husler usai menyerahkan KKS di Aula Kantor Camat Tomoni Timur, Senin (22/10/2018).

Dengan mekanisme seperti itu, kata Husler, maka perputaran uang di Luwu Timur akan meningkat signifikan. Petani beras maupun penjual telur dapat menitipkan produknya di E Warung dan penerima manfaat dapat membeli kedua produk tersebut dengan dana yang ditransferkan ke rekening masing-masing penerima manfaat.

“Saya ingatkan Dinas terkait dan Bank Mandiri serta para pendamping program untuk terus proaktif memberikan bimbingan kepada masyarakat penerima manfaat agar program ini berjalan lancar dan berkesinambungan,” harapnya.

Kepala Dinas Sosial dan P3A Kabupaten Luwu Timur, Sukarti mengatakan, secara umum jumlah penerima manfaat program BPNT Luwu Timur mencapai 12,877 orang dengan jumlah transfer setiap penerima manfaat masing-masing sebesar Rp. 110.000 setiap bulannya.

Sukarti optimis pertumbuhan E-warung yang dimiliki oleh masyarakat lokal dapat berkembang. Olehnya itu, perbaikan kualitas pelaksanaan seperti data KPM yang sudah terverifikasi dengan baik, ketersediaan E-warung sebagai penyalur BPNT dan sarana infrastruktur yang lain seperti EDC harus tersedia guna mensukseskan program BPNT ini.

“Sampai saat ini, Bank mandiri telah menyediakan mesin EDC sebanyak 82 Unit yang tersebar di 11 Kecamatan. Selanjutnya akan diupayakan 2 Unit per Desa atau sejumlah 254 Unit,” jelasnya.

“Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) ini rencananya akan dilakukan pencairan serentak mulai tanggal 25 Oktober 2018,” kuncinya. (*)


div>