RABU , 19 DESEMBER 2018

Husler Tetap Prioritaskan Daerah Terpencil

Reporter:

doelbeckz

Editor:

Kamis , 14 April 2016 22:14

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Bupati Luwu Timur, Muhammad Thoriq Husler, dalam jabatan menjadi orang nomor satu di daerah yang dijuluki Bumi Batara Guru akan memprioritaskan infrastruktur hingga sampai daerah yang terpencil.

“Pembangunan jalan masih terkendala izin di pemerintah pusat, tapi kami akan terus berupaya agar pembangunan jalan ini bisa dilakukan,” kata Husler pada saat menghadiri Jemaat Kayu Tanduk Klasis Malili melaksanakan kegiatan pengurapan calon Pendeta Gereja Toraja di Gereja Toraja Jemaat Kayu Tanduk Klasis Malili, Desa Kawata, Kecamatan Wasuponda, Rabu (13/4).

Menurutnya, pemerintah Kabupaten Luwu Timur akan terus berupaya agar pembangunan infrastruktur jalan dapat segera dilakukan dan selesai tahun ini, agar masyarakat perjalanan secara cepat.

“Kalau saat ini, perjalanan dua sampai tiga jam dilalui, ketika akses jalan sudah bagus, maka jalan ditempuh nanti cuman memakan waktu 30 menit dan paling lambat 1 jam,” ungkap Husler di acara tersebut.

Bukan hanya itu, kata Husler, dia juga akan mengupayakan akses penerangan (listrik) untuk masyarakat di Kawata ini. Apalagi, hal ini memang bagian dari visi misi pemerintah saat ini yakni pembangunan infrastruktur dan akses penerangan untuk wilayah-wilayah yang belum teraliri listrik.

Sementara, Ketua Badan Pekerja Klasis Malili, Pdt Yosram, mengingatkan kepada bupati dan wakil agar tetap konsisten menjadi pemimpin nasionalis yang tetap mengayomi semua agama dan tetap menjaga kerukunan dan semangat toleransi di Kabupaten Luwu Timur.

Dalam kesempatan itu pula, Husler bersama Irwan menyumbang masing-masing 100 sak semen untuk pembangunan gereja. Tidak ketinggalan pula Ketua DPRD menyerahkan bantuan 20 sak semen.

Hampir sekira 45 menempuh perjalanan, rombongan Bupati Luwu Timur, HMThorig Husler tiba dilokasi acara. Pengurapan pendeta ini juga dihadiri Wakil Bupati Irwan Bachri Syam, Ketua DPRD Amran Syam, Anggota DPRD Pieter K Parrangan, Kepala Dinas Pekerjaan Umum Hirfan, Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Peternakan, Muharif, Kabag Humas dan Protokol Charles Tangdialla, Kasatpol PP, Indra Fawzi, Camat Malili, Senfry Oktavianus, Camat Wasuponda, Joni Patabi, dan para Kepala Desa.

Dalam Perjalanan menuju Gereja Kayu Tanduk yang terletak di perbatasan Desa Kawata Kecamatan Wasuponda dan Desa Matano Kecamatan Nuha terbilang masih sulit. Jalannya masih berbatu dan terjal. Hanya kendaraan dengan spesifikasi tertentu saja yang bisa menembus wilayah itu. (***)


Tag
div>