JUMAT , 19 OKTOBER 2018

Husler: Tidak Boleh Ada PNS Ajukan Pindah

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 18 April 2016 19:54
Husler: Tidak Boleh Ada PNS Ajukan Pindah

Bupati Luwu Timur, HM Thorig Husler, menyerahkan SK pengangkatan sebagai PNS kepada 93 CPNS Formasi Umum Tahun 2013 di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Senin (18/4). foto: dedi/rakyatsulsel.

LUWUTIMUR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Luwu Timur berkewajiban untuk menjaga komposisi kebutuhan sumber daya aparatur. Oleh karena itu, tidak diperkenankan setelah menerima Surat Keputusan (SK) Pegawai Negeri Sipil (PNS) 100 persen, para PNS langsung ramai-ramai minta pindah ke tempat asalnya dengan berbagai alasan.

“Ini tidak boleh terjadi dan saya tekankan, selama periode saya, tidak boleh ada yang minta pindah karena Pemerintah daerah masih kekurangan pegawai,” tegas HM Thorig Husler, Bupati Luwu Timur, usai menyerahkan SK pengangkatan sebagai PNS kepada 93 Calon Pegawai negeri Sipil (CPNS) Formasi Umum Tahun 2013 di Gedung Wanita Simpurusiang Malili, Senin (18/4).

Husler menjelaskan, sebagai PNS momentum penerimaan SK 100 persen ini, dapat dijadikan sebagai momentum untuk memberikan pelayanan profesional dan berkualitas. Setiap pelayanan yang diberikan, harus benar-benar merupakan service excellent atau pelayanan prima, pelayanan yang semata-mata untuk kepuasan masyarakat.

“Kepada siapapun, dimanapun, dan dalam situasi dan kondisi apapun, setiap masyarakat harus dilayani dengan sepenuh hati dan tidak boleh diskriminatif” tambahnya.

Pelaksana Tuhas (Plt) Kepala Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan Daerah (BKPPD) Luwu Timur, Noviya Syahriani Syam, mengatakan, 93 pegawai yang menerima keputusan pengangkatan sebagai ASN tersebut adalah formasi tahun 2013.
“Berdasarkan formasi dari 93 pegawai ini terdiri 52 tenaga pendidik (guru), 31 kesehatan dan sepuluh orang tenaga teknis,” jelasnya. (***)


div>