MINGGU , 21 OKTOBER 2018

HUT IBI ke 67, TP Bertekad Tingkatkan Kompetensi Bidan di Parepare

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Senin , 06 Agustus 2018 16:19
HUT IBI ke 67, TP Bertekad Tingkatkan Kompetensi Bidan di Parepare

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Parepare menggelar seminar sehari dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) IBI ke-67 dengan tema bidan garda terdepan mengawal kesehatan Maternal Neonatal melalui Gerakan Masyarakat (Germas) dan pelayanan berkualitas, di Barugae Rumah Jabatan (Rujab) Wali Kota Parepare, Senin (6/8/2018).

Kegiatan ini dibuka langsung Wali Kota Parepare, HM Taufan Pawe. Pada kesempatan, Taufan juga membawakan materi tentang Hukum Kesehatan.

“Saya berharap Bidan bisa menjadi tenaga handal dan berkomitmen menjadi garda terdepan dalam pelayanan kesehatan. Optimalkan kapasitas dan kompetensi bidan dengan perbanyak mengikuti pelatihan, baik secara regional maupun nasional,” harapnya.

Tentunya peningkatan kapasitas dan kompetensi Bidan kata dia, harus didukung oleh Pemkot dan Rumah Sakit.

“Saya minta untuk Dinas Kesehatan untuk menganggarkan pelatihan-pelatihan untuk para medis. Percuma saja jika tekhnoligi RS canggih namun tidak dibarengi dengan SDM yang berkualitas. Pemkot juga berkomitmen untuk menekan angka kematian pada ibu dan anak,” Lanjut Taufan.

Dia juga berkeinginan menghadirkan Call Centre untuk Ibu dan Anak.

“Pemerintah harus selalu hadir ditengah-tengah masyarakat. Untuk itu, kami akan menganggarkan Ambulance untuk ibu dan anak, include dengan Incubator, bidan, serta alat lainnya. Selain itu, kami juga berenxana untuk membangun gedung Call Centre agar semuanya merasa nyaman saat bekerja,” papar Taufan.

Ketua IBI, Siti Aminah meminta kepada Pemerintah Parepare agar tenaga sukarela sebanyak 166 orang bisa terangkat. Selain itu, Pemkot bisa memfasilitasi gedung untuk IBI.

“Alhamdulillah pak Taufan sudah merespon usulan kami. Tenaga sukarela kami akan terangkat secara bertahap. Semoga dengan ini, pelayanan kesehatan tergadap masyarakat lebih berkualitas,” harapnya.

Sementara Ketua II IBI bidang Pelayanan, Pendidikan dan pelatihan, Kasnah mengatakan IBI akan mengawal pelayanan Maternal Neotanal agar standar minimal pelayanan bisa diwujudkan.

“Di antaranya 12 minimal pelayanan kesehatan adalah fokus utama para Bidan. Sehingga untuk mewujudkan tenaga profesional yang berkualitas kami dari IBI akan terus berkoordinasi dengan dinas kesehatan untuk bekerjasama meningkatkan ilmu pengetahuan para bidan,” ujarnya.

Peran Bidan kata dia, dimulai saat ibu mengandung hingga bayi lahir.

“Pelayanan dimulai saat ibu mengandung, dilanjutkan Asuhan persalinan yang normal, asuhan bayi baru lahir, dan memantau perkembangan bayi dan balita. Selanjutnya untuk menekan jumlah penduduk dan untuk meningkatkan kualitas reproduksi, bidan berperan untuk memberikan arahan terkait pelayanan keluarga berencana,” urainya. (MP1)


div>