MINGGU , 24 JUNI 2018

HUT ke-20 ADI, Ini Harapan ADI Sulsel

Reporter:

Editor:

Ridwan Lallo

Sabtu , 12 Mei 2018 20:11
HUT ke-20 ADI, Ini Harapan ADI Sulsel

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Asosiasi Dosen Indonesia (ADI) merayakan hari ulang tahunnya yang ke 20 dengan berbagai kegiatan di Jakarta Convention Centre, Sabtu (12/5).

Turut hadir dalam perayaan itu Ketua ADI Sulsel yang juga Rektor UMI, Prof Dr Hj Masrurah Mokhtar didampingi pengurus lainnya diantaranya, Prof Dr H Maruf Hafidz, Dr Ir H A Dirgahayu A Lantara, Dr Andi Ninik Lantara, Dr Eliza Meiyani, Dr A Syukri Samsuri, Dr Erwin Akib, Dr Khaeruddin, Dr Ir Musdalifah, Dra A  Saleha, Dr Nurjannah Abna.

Masrurah Mokhtar mengatakan, ADI adalah organisasi profesi yang memiliki peran strategis dan memiliki amanah berkontribusi dalam pembangunan karakter bangsa, menyiapkan mahasiswa agar memiliki kompetensi keilmuwan dan memahami nilai-nilai yang terkandung dalam nation and character building dan siap menghadapi era revolusi industri.

Masrurah yang juga Ketua Umum BKS PTIS ini berharap dosen harus lebih memacu diri, menguasai teknologi informasi, profesional dalam upaya mewujudkan  perguruan tinggi unggul dalam menghasilkan lulusan yang memiliki kompetensi sesuai bidangnya.

Sementara Ketua Umum ADI Pusat, Prof Dino Pati Jalal dalam sambutannya mengatakan, dosen harus melihat dirinya tidak hanya peran transfer knowledge terhadap peserta didik sebagai suatu mata pencaharian kerja, tapi lebih dari itu dosen adalah pejuang terdepan sebagai suatu proses pembangunan karakter dan pendidikan, motor motivasi bangsa Indonesia dibidang research.

“Dosen harus selalu lapar dalam artian, selalu berusaha mencari ilmu, termotivasi pada dirinya untuk meningkatkan kompetensinya. Ilmu dosen harus selalu terupdate setiap saat, ditingkatkan kualitasnya sehingga tercermin dari output luaran perguruan tinggi yang tidak hanya bermodalkan ijazah tapi mereka memiliki kompetensi, pengalaman, skill dalam menjawab setiap task sehingga mereka sukses dan  unggul tempat kerjanya sesuai yang dibutuhkan,” ujar Dino Pati Jalal.

Dino yang juga Wakil Menlu RI ini mengatakan untuk survive dan bisa  menjawab tantangan 2045, sama bagi semua negara jawabannya adalah penguasaan ilmu pengetahuan  dan teknologi.

“Maka kita akan unggul. Tahun 2045 diperkirakan akan mengikis kemiskinan absolut meskipun masih ada namun jumlahnya sangat sedikit. Tahun 2045  merupaka  tolak ukur kebangkitan bangsa Indonesia secara global. Tujuh miliar peran lapangan kerja untuk seluruh dunia, tiga miliar diantaranya yang akan mendapatkan kerja, sebanyak 1,2 miliar selebihnya, 1,8 miliar akan gigit jari. Hal ini menjadi tantangan bagi dosen dan mahasiswa dengan harapan lulusan mahasiswa kita masuk dalam 1,2 miliar mendapatkan good jobs,” jelasnya.

Peringatan HUT ke 20 ADI juga dirangkaikan peringatan Hardiknas dengan kegiatan World Post Graduate Expo, International High Education Meeting, Rapimnas dan Seminar Nasional  “Kebangkitan  Dosen Indonesia” Dosen sebagai Aktor penting dalam mencerdaskan kehidupan Bangsa dan Pendidikan Tinggi. (*)


div>