RABU , 13 DESEMBER 2017

HUT Ke-410 Kota Makassar, Dinsos-Disdukcapil Berikan Kado Pernikahan Gratis

Reporter:

Suryadi Maswatu

Editor:

Sofyan Basri

Selasa , 31 Oktober 2017 21:46
HUT Ke-410 Kota Makassar, Dinsos-Disdukcapil Berikan Kado Pernikahan Gratis

Kepala Dinas Sosial, Mukhtar Tahir

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Kabar gembira buat masyarakat Kota Makassar Sulawesi Selatan (Sulsel), khusus pasangan remaja yang ingin melepas lajang atau orang tua yang ingin menamba lagi pernikahan di tahun 2017.

Pasalnya, dalam rangka menyambut Hari ulang tahun (Hut) Kota Makassar ke-410, Pemerintah Kota Makassar melalui Dinas Sosial (Dinsos) bekerjasama dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Makassar menyiapkan kado spesial berupa Pernikahan gratis buat 410 pasangan warga Makassar.

Kepala Dinas (Kadis) Sosial Kota Makassar, Mukhtar Tahir mengungkapkan, rangkaaian hari jadi Kota Makassar yang ke 410, Pemkot Makassar akan melakukan pernikahan secara massal yang melibatkan 410 pasangan secara gratis.

“Hut ke 410, Pemkot Makassar berikan kado untuk masyarakat yajni pernikahan massal buat 410 pasangan. Gratis tanpa biaya administrasi,” kata Mukhtar, Selasa (31/10).

Ia menambahkan, prosesi sidang isbat dan akan dilangsungkan prosesi pernikahan secara massal di Aula Yapti Makassar, Jalan Rahman Hakim tanggal 7-8 Oktober mendatang.

Sedangkan resepsi para pasangan ini, kata dia, akan berlangsung pada malam ramah tama Hut Kota Makassar di lapangan Karebosi Makassar, Kamis (9/10) dirangkaikan dengan hiburan.

“Ini kerjasama Dinsos dan Dukcapil. Melalui Tenaga Kerja Sukarela (TSK) Dinsos mempunyai 200 pasangan dan 210 pasangan dari Disdukcapil,” katanya.

Seperti tahun sebelumnya, Dinsos menyediakan seluruh persyaratan pernikahan, yakni kelengkapan administrasi yang ditangani oleh dua Dinas tersebut.

Menurutnya, saat ini masih banyak warga di Kota Makassar yang sudah lama menikah. Bahkan berukuran tahun, namun belum memiliki buku nikah atau buku administrasi secara sah dari Kantor Urusan Agama (KUA).

“Jadi sidang isbat atau nikah massal untuk pasangan suami istri (Pasutri), serta pasangan baru yang belum memenuhi syarat administrasi pernikahan,” pungkasnya. (*)


div>