SENIN , 23 JULI 2018

HUT ke-50, Direksi atau Petinggi BPJS Kesehatan “Nyamar” Jadi Staf

Reporter:

Editor:

Niar

Jumat , 06 Juli 2018 14:14
HUT ke-50, Direksi atau Petinggi BPJS Kesehatan “Nyamar” Jadi Staf

int

PAREPARE, RAKSUL.COM- Merayakan milad atau Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, termasuk Parepare menggelar berbagai program, salah satunya Eksekutif ‘Frontliner’.

Pada program ini, para eksekutif atau petinggi-petinggi BPJS Kesehatan termasuk Direksi Utama turun ke tengah-tengah masyarakat memberikan pelayanan, dengan cara “nyamar” jadi staf bidang pelayanan.

Dalam samarannya, para petinggi tersebut tidak memperkenalkan diri saat “nyamar” di kantor-kantor cabang. Mereka mengambil alih tugas staf dengan melayani peserta Jaminan Kesehatan Indonesia (JKN), hingga mendengar keluhan peserta. 

Di kantor cabang Parepare, Deputi Direksi Bidang Jaminan Pembiayaan Kesehatan Primer (JPKP) pusat, Dwi Martiningsih bertindak sebagai eksekutif ‘frontliner’. Dalam “samarannya” dia memberi aplaus terhadap pelayanan BPJS Kesehatan Cabang Parepare yang dianggap relevan dengan laporan yang dikirim ke pusat. 

“Saya coba menggali keluhan para peserta yang tidak tahu siapa saya. Dari tiga peserta yang saya layani, saya tidak menemukan kendala. Justru mereka berterima kasih dengan program JKN-KIS, Parepare bagus,” aku Dwi Martiningsih, usai melayani peserta JKN-KIS di kantor BPJS Kesehatan Cabang Parepare, Jumat, (6/7/2018).

Sementara, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Kota Parepare, Sarman Palipadang yang bertugas “nyamar” di Sidrap, mengaku program itu memberi dampak berarti bagi peningkatan pelayanan BPJS Kesehatan. 

Dengan turun langsung, bercakap dengan warga peserta JKN-KIS, para petinggi BPJS dapat langsung menyerap keluhan peserta, dan menyusun solusi atau kebijakan untuk perbaikan pelayanan. 

“Ini merupakan rangkaian HUT BPJS Kesehatan ke-50 tahun. Masyarakat mengiranya pejabat yang turun adalah staf biasa sehingga mereka bisa leluasa menyampaikan keluhan. Demikian pula sebaliknya, kami juga bisa mengetahui kendala mereka di lapangan. Hal ini juga untuk mengetahui, jangan sampai laporan di cabang berbeda dengan pusat, sehingga memastikan pelayanan sama dengan laporan,” papar Sarman Palipadang saat mendampingi Dwi Martiningsih. 

Program eksekutif ‘frontliner’ tersebut berlangsung dari 2 hingga 12 Juli mendatang. (*)


div>