KAMIS , 22 FEBRUARI 2018

HUT Takalar ke 58, Syamsari Raih Piagam Rekor MURI

Reporter:

Supahrin

Editor:

Lukman

Senin , 12 Februari 2018 21:45
HUT Takalar ke 58, Syamsari Raih Piagam Rekor MURI

Bupati Takalar Syamsari menerima piagam rekor MURI di HUT Takalar ke 58.

TAKALAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Kabupaten Takalar merayakan Hari Jadi Takalar Ke 58 yang dihadiri Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo dan ribuan para undangan dan masyarakat Takalar, di Lapangan H.Larigau, Kecamatan Galesong, Minggu (12/2).

Walaupun pada saat menjelang perayaan Hari Jadi Takalar, sempat hujan namun itu bukan kendala bagi masyarakat tetap bertahan demi untuk menyaksikan 1200 Tarian Apadekko yang disaksikan Gubernur Sulsel.

Tarian Apadekko massal ini, dirangkaikan dengan acara peringatan hari jadi Takalar ke-58, dan berhasil memecahkan Museum Rekor Indonesia (MURI). Sehingga Bupati Takalar diberikan piagam rekor MURI oleh Senior Manager MURI Yusuf Ngadri yang disaksikan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan ribuan warga Takalar.

Senior Manager MURI Yusuf Ngadrik mengatakan, Kabupaten Takalar resmi meraih Museum Rekor Indonesia. “Dari catatan kami, 1200 penari apadekko Takalar, akan masuk rekor MURI sebagai rekor penari apadekko terbanyak di Indonesia,” ungkap Yusuf Ngadrik.

Pemecahan rekor MURI tari Apadekko dilakukan oleh sebanyak 1200 warga, dengan menggunakan lebih 1000 alu dan seratus lesung dengan kompak mengenakan pakaian adat Baju Bodo.

Gubernur Sulawesi Selatan, Syahrul Yasin Limpo mengatakan sekarang pemerintahan Kabupaten Takalar masih asam urat dalam hal pencapaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). Tapi dirinya yakin Bupati Takalar Syamsari dan Wakil Bupati Takalar Achmad Daeng Se’re mampu mencapai WTP atau menyembuhkan dari penyakit asam urat itu.

“Maklum pemerintahan Syamsari dan H De’de baru kurang lebih 50 hari menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati Takalar,” kata Syahrul.

Bupati Takalar, H.Syamsari mengatakan penghargaan perdana ini didapatkan setelah 50 hari kerja. “Menjadi cita-cita kami bersanding dengan pak Gubernur dalam peringatan hari jadi Takalar, Alhamdulillah hari ini terwujud diperingatan hari jadi Takalar ke-58, bisa duduk bersama dengan sang bapak inspirasi. Andai bukan regulasi, maka kami yang pertama akan meminta beliau untuk tetap menakhodai Sulawesi Selatan. Kami ucapkan banyak terima kasih kepada pak Gubernur,” ujarnya.

Menurut Syamsari, Takalar harus berbenah, bergerak agar bisa lebih maju, unggul dan menjadi bangsa yang bermartabat. “Satu bulan kita sudah mengayuh sepeda karena jauh hari kota sudah memetakan kebutuhan daerah ini. Salah satunya memetakan tenaga kerja honorer yang selama ini jauh dari kelayakan,” jelasnya.

“Kami mengharapkan anak-anak dari Galesong, Polongbangkeng dan seluruh daerah di Takalar mampu memiliki daya saing yang mandiri dan tidak pesimis terhadap keadaan,” harap Syamsari. (*)


div>