MINGGU , 23 SEPTEMBER 2018

Ibe Dilirik Sejumlah Parpol, Pakar Sebut Bakal Jadi Rebutan Figur

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Selasa , 18 April 2017 23:19
Ibe Dilirik Sejumlah Parpol, Pakar Sebut Bakal Jadi Rebutan Figur

Sekretaris Kota Makassar, Ibrahim Saleh.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Menjelang Pilwalkot Makassar 2018 mendatang, sejumlah nama bakal calon Walikota Makassar mulai mencuat. Santer terdengar tidak hanya dari kalangan politisi dan profesional, tetapi juga muncul beberapa birokrat Aparatur Sipil Negara (ASN).

Misalnya, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Sulsel Irman Yasin Limpo dan Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar Ibrahim Saleh. Namun, salah satu figur yaitu None yang disebut-sebut sebagai kandidat penantang Danny Pomanto menyatakan tak maju di Pilwalkot Makassar dengan alasan melanjutkan karir sebagai ASN.

Menanggapi hal tersebut, Pakar politik Universitas Hasanudin (Unhas) Makasaar, Adi Suryadi Culla menyebutkan, jika benar-benar None sapaan Kepala Dinas Pendidikan Sulsel itu, tidak tertarik untuk bertarung di Pilwalkot Makassar, maka Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Makassar, Ibrahim Saleh memiliki peluang besar untuk dilirik Partai Politik (Parpol) dan figur yang ingin menjadi penantang petahana di pilwalkot.

“Alasan sederhana, Pak Ibe (Ibrahim Saleh) dari kalangan birokrasi, jika None enggan maju. Pasti parpol lain dan para figur melirik Ibe,” ujarnya melalui sambungan via seluler Selasa (18/4).

Menurut akademisi Unhas itu, pertarungan Pilwalkot Makassar 2018 bukan hanya sekadar sesama parpol berpaket. Namun, kata dia, yang ideal adalah figur politisi parpol mencari kalangan birokrat agar keseimbangan basis massa jelas ada.

Oleh sebab itu, Adi berpendapat, Ibe adalah kalangan birokrasi tulen yang sudah memiliki pengalaman dan karir di berbagai daerah, juga punya basis jelas dan riil di kalangan birokrasi.

“Apalagi selama ini Pak Ibe ini sudah menjabat di beberapa dinas. Baik di kabupaten/kota maupun provinsi. Hingga saat ini menjabat Sekda Makassar,” sebutnya.

[NEXT-RASUL]

Meski demikian, Adi menyarankan Ibe juga perlu melakukan sosialisasi agar parpol atau figur yang belum mengetahui lebih jelas tahu. Apalagi, masa jabatan sebagai sekda tinggal menghitung bulan akan berakhir.

“Jika benar-benar maju perlu sosialisasi, kan lebih bagus diketahui figur lain, di akhir jabatan Ibe pasti ada figur yang menawarkan untuk pasangan,” saran dia.

Secara terpisah, pakar politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, melihat peluang Ibrahim Saleh untuk bertarung di Pilkada Makassar masih butuh sosialisasi.

“Mengingat Pak Ibe, dari latar belakang birokrat,” ungkapnya.

Firdaus menilai posisi Ibe sebagai birokrat murni untuk mendapat partai pengusung harus lakukan pendekatan, mengingat masing-masing partai punya kader yang mencalonkan diri.

“Kekuatan Ibe, itu ada pada partai pengusung jika dipaketkan dengan kader lain. Masalahnya partai-partai sekarang punya calon dari kadernya masing-masing,” pungkasnya.

Seperti diketahui, saat ini Partai Keadilan Sejahterah (PKS) Makassar mulai memanaskan mesin menjelang Pilwalkot Makassar. PKS melakukan Pemilihan Umum Raya (Pemira) calon Walikota Makassar untuk didorong di Pilwalkot Makassar dengan menggunakan sistem e-Voting.

[NEXT-RASUL]

Dari sejumlah nama baik dari internal PKS dan eksternal yang nanti akan dipilih kader PKS. Tercatat ada nama Ibrahim Saleh diantara nama politisi lainnya, seperti Aliyah Mustika Ilham, Farouk M Betta, Irman Yasin Limpo, Moh Ramdhan Pomanto, Rachmatika Dewi, dan Syamsu Rizal.

Berdasarkan informasi yang dihimpun Rakyat Sulsel, Tak hanya PKS. Sejumlah parpol lain yang akan melakukan survei jelang Pilwalkot Makassar 2018, nama Ibe santer disebut-sebut masuk daftar untuk disurvei jadi kandidat.

Kaitan dengan hal ini, Ibe yang dimintai komentar hanya melontarkan senyum tanpa berkomentar banyak. Ia pun menyerahkan sepenuh kepada masyarakat yang menilai.

“hehehehe…Biar masyarakat yang nilai, saat ini fokus kerja dulu. Di akhir jabatan saya harus saya tuntaskan pekerjaan,” kata Ibe. (***)


div>