• Senin, 24 November 2014
Iklan | Epaper | Redaksi | Citizen Report

Ibu RT Cabuli Anak Remaja

Kamis , 18 April 2013 13:18
Total Pembaca : 1710 Views
Emayartini alias May (38) saat menjalani pemeriksaan

Baca juga

RAKYATSULSEL.COM – Guna kepentingan penyidikan, Polres Bengkulu Kota masih menahan Emayartini alias May (38), ibu RT yang melakukan pencabulan terhadap delapan anak remaja di kompleks Kopri, Kelurahan Bentiring Kecamatan Muara Bangkahulu, Bengkulu,

Menurut Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Bengkulu Kota, Ajun Komisaris Dwi Citra Akbar, bila terbukti bersalah, yang bersangkutan akan dijerat dengan Pasal 81 dan 82 UU No 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman ancaman kurungan penjara 15 tahun.

Sejauh ini, kata Akbar baru ada satu korban yang melapor kepada pihak kepolisian terkait peristiwa ini. Dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan ada korban selanjutnya yang akan memperkarakan kasus ini seperti yang termuat di VivaNews.

Namun untuk melengkapi berkas penyidikan sudah dua korban diperiksa. Mereka adalah RAL (14), eks pelajar dan Dn (14) pelajar kelas 1 SMP. Karena tidak ada bukti visum, penyidik akan mengumpulkan keterangan dari pelaku, korban dan saksi.

“Dua saksi, orang tua korban juga kami mintai keterangan, masing-masing adalah Mn dan LS. Suami pelaku juga sudah dimintai keterangan,” kata Dwi Citra Akbar kepada VIVAnews.

Menurut Akbar, antara pelaku dengan korban memang saling kenal. Sebab korban sangat dekat dengan suami pelaku. Kondisi rumah yang sepi memunculkan niat dari pelaku meraih keinginan, yakni dengan meminta bantuan untuk memijit karena kelelahan. Setelah itu korban disuruh untuk membuka baju dan melayani pelaku.

Kasus pencabulan yang dilakukan May sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Kejadian ini terbongkar setelah salah satu korban mengeluh kepada orangtuanya karena sakit pada kelaminnya.

Pada Senin, 15 April 2013, salah satu orang tua korban melaporkan kasus ini kepada polisi. Korban rata-rata berumur belasan. Bahkan ada yang masih berusia 14 dan 15 tahun. (*)