SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Ibumu…Ibumu…Ibumu!

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 22 Desember 2016 11:59
Ibumu…Ibumu…Ibumu!

ADNAN PURICHTA IYL

HARI ini tepat 22 Desember. Setiap tahunnya, penanggalan ini diperingati sebagai Hari Ibu.

Penetapan Hari Ibu, jangan dimaknai secara seremonial saja. Tapi lebih dari itu. Bagaimana negara menempatkan sosok Ibu. Banyak diantara kita memaknai Hari Ibu hanya sebatas memberikan ucapan saja atau hanya sebatas 22 Desember saja. Tanpa memaknai Hari Ibu sebagai momen introspeksi diri atas perlakuan, penghormatan dan penempatan sosok ibu di setiap harinya.

Di dalam Islam, sangat jelas dan tegas bagaimana posisi Ibu. Seperti hadits ;dari Abu Hurairah radhiyallaahu ‘anhu, belia berkata, “Seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Nabi Shallallahu AlaihiWwasallam menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi,’ Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu.’” (HR. Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548).

Peringatan Hari Ibu, bukan sekadar memberikan penghargaan kepada ibu berupa ucapan selamat maupun hadiah. Karena itu sama sekali tidak membuktikan pengabdian kita pada ibu.

Hari ibu seharusnya tidak hanya diperingati pada tanggal 22 Desember saja, tapi diperingati tiap hari.

Sebagai anak, kita mesti paham dan tau bagaimana ibu kita telah merawat, menyayangi dan memperjuangkan kita lebih dari apapun di dunia ini. Kasih sayang dan perlakuan ibu dalam merawat dan memperjuangkan kita tak dapat diukur dengan apapun bahkan dengan seisi dunia.

Masih ingat dengan lirik lagu semasa kecil tentang ibu?

“Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi, tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia.”

Lirik lagu itu menggambarkan bagaimana besarnya kasih sayang ibu. Bagaimana posisi ibu. Kita semua terlahir tanpa membawa apa-apa. Kita hanya dibekali dengan tangisan.  Tapi dengan bimbingan, kasih sayang, perjuangan dan kesabaran ibu, kita tumbuh dan berkembang hingga menjadi sosok yang sukses.

Kenyamanan, kemapanan dan kesuksesan yang diraih oleh setiap anak tak terlepas dari peran sosok ibu. Selamat Hari Ibu. Jangan sia-siakan waktumu tanpa berbakti dan mengabdi pada ibumu. Salamaki’ tapada salama. (*)


Tag
  • adnan vox
  •  
    div>