SENIN , 22 OKTOBER 2018

Ichsan Pesimis SYL Menang di Munaslub

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Kamis , 07 April 2016 14:22
Ichsan Pesimis SYL Menang di Munaslub

MDFAJAR/RAKYATSULSEL TOLAK AJAKAN. Ichsan Yasin Limpo usai menggelar pertemuan tertutup bersama Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo di ruang kerja Gubernur Sulsel, Makassar, Rabu (6/4).

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keinginan Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) untuk melibatkan Ichsan Yasin Limpo (IYL) dalam tim pemenangannya tidak dapat terealisasi.

Pasalnya, Bendahara DPD I Golkar Sulsel tersebut telah menolak untuk terlibat dalam tim. Ichsan menilai, dorongan untuk SYL maju sebagai Calon Ketua Umum (Caketum) Golkar hanya jebakan yang dapat menghancurkan kredibilitas kakaknya tersebut.

“Jangan sampai ini adalah sebuah jebakan bagi Pak Syahrul di dalam Munas Golkar sehingga kredibilitasnya bisa hancur karena persoalan calon ketua umum menurut analisa saya tidak mudah untuk Pak Syahrul bisa tembus menjadi calon ketua,” kata Ichsan, usai bertemu SYL di Ruang Kerja Gubernur, Rabu (6/4).

Ia menyarankan kepada Gubernur Sulsel dua periode tersebut untuk mengkaji dan mengevaluasi kembali apabila ingin menjadi calon ketua umum Golkar.

“Dalam analisa saya berbeda dengan Pak Syahrul sehingga saya memilih untuk tidak terlibat dalam tim. Saya tidak yakin dengan strategi. Saya tidak yakin dengan yang sudah datang kemarin, Saya ragu. Saya sudah menawarkan strategi tapi saya tidak bisa mengatakan kepada Anda. Itu lagi dikaji sama Pak Syahrul. Saya punya saran, dipertimbangkan dalam dua minggu,” ujarnya kepada wartawan.

Namun, walaupun sarannya diterima, ia mengaku tetap tidak terlibat dalam tim. “Saya punya hak politik sendiri bahwa apa yang dibangun dan sudah datang, saya tidak yakin.  Salah satu contoh, dari surat rekomendasi DPD I dan DPD II seluruh Indonesia yang punya hak suara cuma 546, tapi rekomendasi sekarang sudah keluar dua ribu lebih. Orang yang datang dan mendukung, itu belum tentu,” tuturnya.

[NEXT-RASUL]

Ichsan menegaskan kembali bahwa persoalan SYL maju jadi caketum Golkar perlu dikaji secara baik-baik dan belum terlambat jika memutuskan untuk tidak jadi maju.

Mantan Bupati Gowa ini mengatakan, merupakan hal biasa jika tokoh-tokoh nasional dari golkar menemui SYL. Ia pun memberikan waktu kepada SYL untuk memikirkan sarannya dalam dua minggu ini.

“Biasa itu, tokoh-tokoh nasional menemui SYL. Itu namanya komunikasi politik. Jangan mengartikan orang datang, berbicara, kemudian mendukung. Belum tentu. Harus dikaji baik-baik, dihitung dengan baik. Belum terlambat untuk mengatakan, saya tidak jadi maju. Ijinkan saya tidak melibatkan diri dalam tim. Saya hanya mengingatkan sebagai saudara dan sebagai Bendahara Golkar,” tegasnya.

Sebelumnya, SYL berharap agar Ichsan mau bergabung di tim pemenangannya secara nasional. Khususnya, untuk mempolakan strategi-strategi agar bisa merebut Munas Golkar, khususnya suara di Kawasan Timur Indonesia (KTI).

“Ichsan itu kan adik saya, setiap saat bisa ketemu, smsan, say hello, Tapi, mungkin sebentar itu tentu saja Ichsan mau tanya seperti apa langkah strategis yang sudah mau lebih dalam lagi, lebih tajam lagi, untuk bisa mempolakan strategi-strategi untuk bisa merebut munas golkar itu dari timur. Biar Indonesia juga seluruh kiprahnya ke timur,” kata SYL.

Menurut SYL, Ichsan sejak dulu adalah tim yang memetakan strategi dan menguasai komunikasi politik dengan baik. Disamping itu, Ichsan juga menguasai koordinasi wilayah dan high level lobi.

[NEXT-RASUL]

“Saya butuh Ichsan memang. Saya berharap Ichsan bisa menjadi energi baru dalam tim yang mulai merangkak ke tim nasional. Kemarin kan baru tim lokal,” ujarnya.

SYL menyatakan, pihaknya juga akan membentuk tim nasional, yang didalamnya ada Letnan Jendral (Purn) Kiki Syakhnakri. Selain itu, 8 April nanti, ia akan menjajaki Jawa Tengah sebelum menentukan lokasi deklarasi dilaksanakan di Solo atau daerah lain.

“Letjen Kiki punya idealisme yang bagus, menulis buku yang banyak, dan dia ahli strategi di TNI dan sangat diakui. Dia tidak hanya punya wawasan di militer, tapi ideologi kebangsaan yang tinggi. Semua kalangan mengakui siapa Letjen Kiki dan saya senang dia sama saya. Tanggal 8, saya akan menjajaki Jawa Tengah, bisa tidak sama saya. Kalau Jateng bisa lebih dari sembilan saja dan rencananya di atas 30 yang ketemu, selesai ini persoalan,” tegas SYL.

Menurut SYL, mantan Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wa KSAD) dianggap memiliki pengalaman dalam melakukan duet strategi pemenangan. Selain itu, Kiki Syahnakri memiliki keahlian dalam mengatur strategi pemenangan.

“Pak Kiki kan adalah Purnawirawan Jenderal terbaik, saya pikir Beliau juga memiliki intelektual dan pengalaman yang bagus,” ungkap SYL.

Senada dengan SYL, ketua Tim Pemenangan HM Roem mengatakan jika SYL menunjuk Kiki Syahnakri sebagai ketua Tim adalah hal yang wajar. Menurutnya, Kiki Syahnakri punya kapasitas dalam mengusung strategi pemenangan.

[NEXT-RASUL]

“Wajarlah kalau Pak SYL menunjuk Pak Kiki sebagai ketua Tim Nasional, karena kan Pak kiki punya pengalaman dalam menentukan strategi pemenangan,” ujarnya.

Terkait dengan hasil pertemuan SYL dengan adik kandungnya, Ichsan Yasin Limpo yang tidak merestui SYL maju sebagai kandidat calon ketua umum Golkar, mantan bupati dua periode ini mengatakan Ichsan Yasin Limpo tetap akan mendukung SYL meski tidak masuk dalam lingkaran Tim Pemenangan.

“Seingat saya, Pak Ichsan tidak dalam lingkaran Tim Pemenangan tapi Pak Ichsan itu tetap mendukung, sebab mereka kan bersaudara,” ujarnya.

Ia menambahkan, kalaupun Ichsan Yasin Limpo tidak masuk sebagai Tim Nasional hal tersebut tidak akan mengganggu konsolidasi suara yang ada di Sulsel. “Tidak ada ji yang akan terganggu,” ujarnya. (ril-ian/uki/D)


div>