RABU , 13 DESEMBER 2017

IDI Sulsel Minta BPJS Kesehatan Perbaiki Sistem

Reporter:

Editor:

Sofyan Basri

Jumat , 27 Oktober 2017 19:33
IDI Sulsel Minta BPJS Kesehatan Perbaiki Sistem

Wakil Ketua IDI Sulsel, dr Marhaen Hardjo PhD (kiri) mengikuti Rakernas IDI di Bandar Lampung, 24-29 Oktober 2017. foto: ist for rakyatsulsel

LAMPUNG, RAKYATSULSEL.COM – Sidang organisasi Komisi F pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ikatan Dokter Indonesia (IDI) merekomendasikan kepada pemerintah untuk mengatur modal asing dan dokter asing, sehingga anggota IDI bisa menjadi tuan rumah di negeri sendiri dan tidak hanya menjadi penonton tentunya.

Hal ini tersebut diungkapkan oleh Wakil Ketua IDI Sulsel, dr Marhaen Hardjo PhD saat mengikuti Rakernas IDI di Bandar Lampung, 24-29 Oktober 2017.

Tidak hanya itu, dr Marhaen juga mengatakan Komisi F juga akan merekomendasikan ke BPJS Kesehatan untuk mengkaji ulang sistem pembayaran berbasis diagnosa penyakit menjadi diagnosa klinis.

“Kami juga akan meminta kepada BPJS Kesehatan untuk menganalisa ulang, segala sistem yang ia terapkan khusunya pada perihal pembayaran dan pelayanan yang saat ini banyak dikeluhkan masyarakat tentunya,” kata Marhaen, Jumat (27/10).

Oleh karena itu, kata dia, Komisi F Rakernas Pengurus Besar (PB) IDI merekomendasikan pembuatan kajian tentang remunerasi dokter daripada dokter yang bekerja di fasilitas kesehatan pertama dan lanjutan menjadi lebih baik dari saat ini.

“Segala perihal yang kami rekomendasikan di Komisi F PB IDI, demi pelayanan yang terbaik kepada masyarakat tentunya dan untuk meminimalisir hal yang tidak diinginkan,” pungkasnya. (*)


div>