RABU , 17 OKTOBER 2018

Idris-Suardi: Jangan Gadaikan Masa Depan Kita

Reporter:

Editor:

Azis Kuba

Sabtu , 26 September 2015 17:59
Idris-Suardi: Jangan Gadaikan Masa Depan Kita

Tanda gambar kampanye pasangan Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) nomor urut 3. (IST)

BARRU,RAKYATSULSEL.COM – Pasangan calon bupati – wakil bupati Barru Andi Idris Syukur-Suardi Saleh (AIS) mengingatkan kepada masyarakat untuk bersama-sama mengawal proses Pilkada Barru agar terbebas dari intrik atau menghalalkan segala cara membeli suara rakyat.

Di setiap pertemuan silaturahmi, baik Idris maupun Suardi mengajak masyarakat agar tidak menggadaikan masa depan daerah, hanya karena mendapat iming-imingan atau mendapat politik uang. Menurutnya, masyarakat harus berani menolak cara kotor tersebut.

“Jangan karena politik uang, kita terpengaruh menentukan pilihan. Sebab biasanya, mereka yang tidak percaya diri bertarung, kadang menghalalkan segala cara, seperti membeli suara rakyat,” tutur Idris, Sabtu (26/9).

Bupati Barru 2010-2015 itu mengharapkan, momentum pilkada, masyarakat memanfaatkannya untuk mempelajari dan menimbang mana kandidat yang layak diberikan amanah, tentu berdasar pada track record atau pengalaman di pemerintahan.

“Saya tidak bilang bahwa kami lebih baik dan berpengalaman, tapi silakan masyarakat sendiri membandingkan dan mempelajari. Intinya, kami tidak sekadar berjanji, melainkan ada bukti nyata selama lima tahun terakhir,” tambah Idris yang tak lain kandidat doktor lingkungan dan pembangunan di Universitas Brawijaya, Malang.

Sekadar diketahui, aroma politik uang sudah mulai tercium di Pilkada Barru. Modusnya, mendatangi rumah warga meminta tandatangan dukungan, dan mengiming-imingi uang Rp150 ribu jika memilih kandidat yang ditawarkannya.

Suardi Saleh memaparkan, kemajuan yang dicapai Barru selama ini mesti dilanjutkan. Sebab biasanya, mereka yang hanya mengandalkan politik uang untuk memenangkan pertarungan yang dipikarannya bagaimana mengembalikan modal tersebut jika sudah menjabat.

“Jangan kita menyesal dikemudian hari hanya karena kita mendapat politik uang atau iming-imingan. Tapi saya percaya, masyarakat sudah cerdas dan tidak akan menggadaikan harga dirinya hanya kareka selembar atau dua lembar uang merah,” tegasnya.

Sebelumnya, Panwaslu Barru mengingatkan kandidat yang ingin menggunakan politik uang agar tidak berani mencoba-coba. Sebab selain bisa diproses secara pidana, juga kandidat tersebut bisa didiskualifikasi jika memang terbukti.


div>