SELASA , 20 NOVEMBER 2018

Idris Syukur Divonis Bebas

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 23 Desember 2016 11:19
Idris Syukur Divonis Bebas

ASEP/RAKYATSULSEL VONIS 4,5 TAHUN. Bupati Barru, Andi Idris Syukur memasuki ruang persidangan dengan agenda pembacaan putusan sidang di Pengadilan Tipikor Makassar, Senin (22/8). Andi Idris Syukuri divonis 4 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 280 juta dalam kasus gratifikasi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) serta penerbitan izin usaha eksplorasi tambang di Kabupaten Barru, Sulawesi Selatan.

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Majelis Hakim Pengadilan Tinggi (PT) Makassar mengabulkan permohonan banding yang diajukan Idris Syukur.

Bupati Barru non aktif ini sebelumnya terjerat kasus dugaan gratifikasi dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) izin tambang di Kabupaten Barru dan dijatuhi hukuman empat tahun enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Tipikor Makassar. Hakim Pengadilan Tinggi menjatuhkan vonis bebas dalam kasus tersebut.

Amar putusan Hakim Pengadilan Tinggi yang diketuai Jack Johanis Octavianus menyatakan, bahwa terdakwa Andi Idris Syukur yang telah divonis empat tahun penjara oleh Majelis Hakim Tipikor Makassar dengan nomor putusan 36/Pid.SuS.Tpk/2016/PN Makassar tidak dapat dipertahankan maka harus dibatalkan.

Dalam putusan juga dijelaskan, majelis hakim tindak pidana korupsi pada Pengadilan Tinggi Makassar sebagai pengadilan tingkat banding mengadili perkara ini dan memutuskan, bahwa sesuai pasal 183, 184,185 ayat (1) Undang-undang nomor 8 tahun 1981 tentang kitab Undang-undang hukum acara pidana menyatakan menerima permintaan banding dari terdakwa Andi Idris Syukur, membatalkan putusan Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Makassar Klas 1 A Makassar dengan Nomor 39/Pid.SUS.TPK/2016/PN.Mks tanggal 22 Agustus.

Tidak hanya itu, dalam putusan tersebut menyatakan bahwa terdakwa Andi Idris Syukur tidak terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah sebagaimana dakwaan jaksa penuntut umum.

Humas Pengadilan Negeri Tipikor Makassar, Ibrahim Palino membenarkan dikabulkannya putusan banding tersebut. “Iya benar, bandingnya diterima oleh Pengadilan Tinggi. Hari ini (kemarin) berkas putusannya sudah masuk ke Pengadilan Negeri Makassar,” ujarnya, Kamis (22/12).

Sementara pengacara Idris Syukur, Alias Ismail mengaku bersyukur atas putusan tersebut. “Yang pertama tentu kami ucapkan syukur Alhamdulillah kepada Allah SWT atas putusan itu. Tidak lupa kepada semua pihak yang telah mendukung kami,” ujarnya.

Menurutnya, dengan putusan tersebut, menandakan bahwa kliennya tidak bersalah dalam kasus itu. “Ini menandakan kalau klien saya memang tidak bersalah,” jelasnya.

[NEXT-RASUL]

Alias menambahkan, jika mobil jenis Pajero Sport yang disangkakan merupakan hasil gratifikasi juga tidak terbukti secara sah dan meyakinkan dalam gugatan perdata yang diajukan di Pengadilan Negeri Makassar beberapa waktu lalu.

“Sejak awal saya sudah bilang, kalau soal gratifikasi mobil itu yang seharusnya menguji adalah hakim perdata, bukan hakim tipikor,” pungkas Alias.

Sebelumnya, Idris Syukur divonis empat tahun enam bulan penjara oleh Pengadilan Negeri Makassar. Terdakwa juga dikenakan denda Rp 250 juta. Bilamana terdakwa tidak mampu membayarnya, maka diganti delapan bulan kurungan. Dalam kasus tersebut, Idris Syukur dinilai terbukti menerima gratifikasi, terkai pemberian izin tambang kepada pihak swasta di Kabupaten Barru.

Diketahui dalam kasus ini, Idris Syukur didakwa melanggar pasal berlapis. Terdakwa dikenakan pasal 12 huruf  e undang undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi sebagaimana diubah dengan Undang-Undang nomor 20 tahun 2011 tentang perubahan atas UU nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan Korupsi.

Idris Syukur juga dikenakan pasal 3 undang undang nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencucian uang (TPPU) sebagaimana yang didakwakan. (rid-fah/D)


Tag
  • idris syukur
  •  
    div>