KAMIS , 15 NOVEMBER 2018

Idrus Bilang Wahab Tahir Jangan Paksakan Diri Maju Pilwalkot

Reporter:

Editor:

Lukman

Kamis , 24 Agustus 2017 09:00
Idrus Bilang Wahab Tahir Jangan Paksakan Diri Maju Pilwalkot

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Partai Golkar, Idrus Marham mengingatkan kader Golkar agar taat pada mekanisme yang berlaku dalam proses penjaringan di Pilkada.

Hal tersebut ditegaskan Idrus, menanggapi salah satu kader Golkar yaitu Sekretaris DPD II Golkar Makassar, Wahab Tahir yang belakangan ini menyatakan siap maju di Pilwalkot Makassar, mendampingi Petahana Danny Pomanto.

“Sebagai Kader Golkar harus tau diri, jangan main serobot tapi mesti ikut mekanisme partai,” tegas Idrus saat lawatanya di Makassar, Rabu (23/8).

Keinginan Wahab Tahir untuk mendampingi petahana Danny Pomanto mendapat tanggapan beragam dari kader berlambang pohon beringin tersebut. Meskipun sebelumnya pada penjaringan Balon Walikota internal Golkar Makassar, nama Wahab Tahir tidak masuk dalam penjaringan.

Dengan begitu Idrus juga menegaskan sesuai tahapan penjaringan akan diumumkan siapa kandidat yang diberikan rekomendasi oleh Golkar pada Oktober mendatang. Untuk itu ia meminta kader bersabar dan tidak tergesa-gesa.

“Jangan paksa kan diri, mesti bersabar, karena yang ikut mekanisme masih bersabar contoh seperti pak Aru,” tuturnya.

Sementara itu, Ketua Bappilu Golkar Sulsel Kadir Halid mengatakan, semua kader Golkar diberi ruang untuk mengambil bagian berkompetisi di Pilwalkot , termasuk keinginan Wahab Tahir yang ingin mendampingi petahana Danny Pomanto. [NEXT-RASUL]

“Kader Golkar, semua kita beri ruang. Untuk Wahab Tahir yang juga sebagai sekretaris Golkar Makassar dan dua priode di DPRD Makassar, kita arahkan untuk melakukan pendekatan dengan incumbent Danny Pomanto,” Kata Kadir Halid.

Lain halnya, Bendahara DPD II Golkar Makassar, Rahman Pina. Ia menyebutkan, Partai Golkar Kota Makassar masih mencermati petahana Danny Pomanto sebagai pilihan utama untuk diusung. Pasalnya dari hasil survey terbaru yang dimiliki Golkar, elektabilitas Danny cenderung menurun dibanding survei sebelumnya.

“Kami tinggal menunggu keputusan akhir dari DPP. Apapun keputusan DPP, itu sifatnya final. Menurunnya elektabilitas Danny Pomanto belakangan ini, menjadi bahan kajian Golkar untuk mencari opsi-opsi lain,” terangnya. (*)


div>