SABTU , 15 DESEMBER 2018

Idrus Bisa Jegal SYL

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Senin , 11 April 2016 10:38
Idrus Bisa Jegal SYL

int

MAKASSAR,RAKYATSULSEL.COM – Langkah Ketua DPD I Golkar Sulsel Syahrul Yasin Limpo di Munaslub dipastikan tak akan mulus. Gubernur Sulsel dua periode ini harus bersaing ketat dengan kader Golkar berlebel pengurus pusat.

Nama-nama yang diprediksi bakal menjadi pesaing SYL di Munaslub 7 Mei mendatang diantaranya Ketua DPR RI Ade Komaruddin, Ketua Fraksi Golkar DPR RI Setya Novanto, Airlangga Hartanto, dan Sekjend Golkar Idrus Marham.

Khusus nama terakhir tentu tak bisa dipandang sebelah mata. Idrus Marham bisa menjadi batu sandungan SYL. Itu jika pria asal Pinrang ini berhasil menggembosi pundi-pundi suara dukungan SYL di Sulsel. Apalagi jika dirinya mendapat dukungan dari Ketua Umum Golkar Aburizal Bakrie (ARB).

Idrus Marham sendiri mengaku optimistis maju di Munaslub Golkar yang rencananya akan digelar di Bali. Bahkan dirinya saat ini tengah mengumpulkan kurang lebih 30 persen suara dari seluruh Indonesia, termasuk di Sulsel.

“Dukungan saya sudah lebih 30 persen, persyaratan-persyaratan Insya Allah sudah tercapai. Itu wilayahnya merata, seperti Sulawesi, Jawa, Sumatera, Kalimantan dan juga pada bagian timur seperti Bali, NTB, Maluku. Papua sudah ada semua jadi merata, sudah menyatakan dukungan tapi saat saya berpolitik tidak selalu harus menyampaikan dukungan,” ungkapnya.

Saat di tanyakan soal elektabilitasnya di Sulawesi, Idrus pun telah menyatakan niatnya seperti di wilayah Sulawesi seperti tengah, tenggara, utara, dan Gorontalo. Meski dirinya pesimis bisa meraih dukungan DPD di Sulsel, namun dirinya mengaku peluang itu tetap ada.

[NEXT-RASUL]

“Sulawesi sudah ada beberapa seperti Sulawesi Tengah, Tenggara, Gorontalo, Sulawesi Utara. Tapi di Sulsel ada pak SYL, disini saya tidak mau mengatakan cukup dukungan, karena saya menghormati pak SYL sebagai ketua disini. Meskipun demikian, karena saya juga berasal dari Sulsel, tentunya pasti ada dukungan meski tidak memadai,” lanjutnya.

Menurutnya, meskipun pihaknya telah melarang beberapa daerah untuk membuat surat dukungan, namun tetap dibuatkan sebagai bentuk sahnya dukungan daerah-daerah tersebut.

“Meskipun ada beberapa daerah bahwa tidak usah ada surat dukungan tetapi mereka tetap menyampaikan surat dukungan itu,” kata dia.

Idrus menjelaskan, kekuatan Partai Golkar ada pada sistem. Jika sistem instrumentnya ke bawah adalah aturan, maka kalau kekuatan partainya ada pada orang atau individu,  maka kekuatannya ada pada komando instruksi. Selain itu, kekuatan Golkar adalah ada pada sistem yang efektif dilakukan oleh kepemimpinan yang kuat.

“Instrumentnya adalah penegakan aturan disiplin partai dalam rangka untuk memastikan tujuan-tujuan partai dapat kita capai,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Ketua Tim Pemenangan SYL di Munaslub, La Kama Wiyaka, mengatakan sangat optimis jika SYL bisa mendulang suara khususnya di DPD I. Itu terlihat, kata dia, sudah beberapa kader-kader Golkar yang sudah menyatakan untuk mendukung SYL.

[NEXT-RASUL]

La Kama juga tak mempermasalahkan grilya Idrus Marham yang juga kian gesit mencari dukungan suara untuk maju di Munaslub Golkar. Namun dirinya enggan menanggapi soal peluang Idrus meraih dukungan DPD di Sulsel.

“Itukan hak beliau (Idrus) jika dia juga ingin mendulang suara di DPD I khususnya di Sulsel, karena dia juga sebagai kandidat di Munaslub nanti, mereka juga pasti mempunyai suara-suaranya tersendiri untuk bisa mendapat suara,” jelasnya.

Terkait hal itu, Pakar Politik Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, Firdaus Muhammad, mengatakan, setelah Ichsan Yasin Limpo (IYL) mengeluarkan argument menolak masuk tim pemenangan SYL, ini bisa menimbulkan celah bagi DPD Golkar di Sulsel untuk memilih kandidat lain.

“Menurut saya stetment pak Ichsan sangat mempengaruhi pilihan kader. Bagaimana tidak, adik kandung saja menolak masuk tim, otomatis kesempatan ini bisa dimanfaatkan oleh kandidat lain asal Sulsel seperti Idrus Marham untuk mengganggu dan mencuri suara SYL,” ujarnya.

Menurutnya, Idrus Marham bakal memanfaatkan sebagian kader asal Sulsel untuk mempropoganda basis SYL di Sulsel. “Kalau SYL tidak manfaatkan kesempatan untuk koordinasi atau komunikasi dengan Nurdin Halid, maka hal itu bisa dimanfaatkan sebagai celah oleh Idrus Marham untuk mengganggu basis suara SYL di Sulsel. Ini yang perlu tim SYL pikirkan,” katanya.

Firdaus menyebutkan, SYL selama ini menjadi komandan dan dapat di dengar hampir semua kader. Namun akan menjadi cerita lain ketika tidak mampu menyatukan suara Golkar di Sulsel.

[NEXT-RASUL]

Dia juga mengimbau kepada Tim pemenangan SYL, agar setelah pulang dari Solo dan Jawa bisa melakukan konsolidasi dan koordinasi bersama semua DPD Golkar di Sulsel.

“Setelah pulang SYL harus konsolidasi. Ketika Sulsel tidak bersatu bagaimana daerah lain?. Idrus pasti mengganggu, pasti ada suara dari Sulsel yang lari ke Idrus. Sehingga hanya soliditas komunikasi yang harus diutamakan SYL,” sarannya.

Dia menambahkan, Idrus Marham tidak bisa disepelekan atau diabaikan. Menurut dia, politisi Sulsel ini memiliki banyak pengalaman dan strategi. Apalagi pernah menjabat sebagai Sekjend Golkar dan dekat dengan ARB.

“Idrus tidak boleh disepelehkan, diam-diam dan tidak tampak di Sulsel, namun bisa jadi dia manfaatkan orang lain bermain di internal DPD Sulsel,” demikian Firdaus.

Hal senada juga diungkapkan Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Adi Suryadi Culla. Menurut dia, Idrus Marham bakal mengganggu basis suara SYL di Sulsel. “Di publik Golkar Sulsel solid dukung SYL, tapi kemungkinan pasti diganggu Idrus,” katanya.

Menurutnya, sesolid apapun wacana, namun pilihan adalah merupakan kerahasiaan. Kecuali pemilihan secara aklamasi. “Yang pasti kedua pihak bersaing menghadapi kenyataan. Menurut saya Idrus Marham akan curi suara di basis SYL khususnya di Sulsel,” tuturnya.

Untuk itu, Adi Suryadi menyebutkan, hal utama yang harus dilakukan tim SYL adalah menggelar koordinasi dan konsolidasi di lingkup internal Golkar Sulsel dalam waktu dekat. “Bagaimanapun politik, kompromi dan komunikasi lebih penting,” tutupnya. (E)


div>