SABTU , 21 JULI 2018

Idrus Marham: Siapapun yang jadi Cawapres Jokowi, Koalisi Harus Solid

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Minggu , 17 Juni 2018 15:00
Idrus Marham: Siapapun yang jadi Cawapres Jokowi, Koalisi Harus Solid

Menteri Sosial (Mensos) Idrus Marham

RAKYATSULSEL.COM – Tenggat pendaftaran pasangan calon Presiden (capres) dan calon Wakil Presiden (cawapres) semakin dekat. Namun, hingga kini, kandidat capres belum juga mendeklarasikan pasangannya, termasuk petahana Joko Widodo (Jokowi).

Melihat hal itu, politikus Partai Golkar Idrus Marham mengatakan, partai koalisi pendukung Jokowi memiliki keinginan agar ketua umumnya bisa dipinang sebagai cawapres mantan Gubernur DKI Jakarta itu. Begitu pula dengan Partai Golkar yang menaruh harapan agar Jokowi menjatuhkan pilihan pada Airlangga Hartarto.

“Tentu secara subyektif semua partai (koalisi) ingin agar yang menjadi wakil Pak Jokowi dari partainya. Termasuk Golkar, aspirasi yang ada tentu ingin juga kadernya, Ketua Umumnya (Airlangga dipilih sebagai cawapres),” ungkap Idrus di Jalan Widya Chandra IV nomor 18, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Sabtu (16/6).

Deklarasi pencapresan Joko Widodo saat Rakernas PDIP di Bali. (Muhammad Tan Reha/Jawapos)

Atas dasar itu, Idrus meminta kepada seluruh partai koalisi untuk bersabar dalam menyikapi masalah ini dan tidak berebut menjadi cawapres. Sebab Menteri Sosial (Mensos) itu menyakini Jokowi akan mengajak seluruh partai koalisi untuk duduk bersama dan menyusun strategi terbaik.

“Oleh karena itu maka seluruh partai yang ada dituntut arif menyingkapi masalah ini. Sehingga Pak Jokowi pasti akan mengajak seluruh ketua umum parpol yang mendukung untuk dibicarakan,” imbuh Idrus.

Lebih lanjut Idrus meminta siapapun nanti yang ditunjuk Jokowi sebagai cawapres dapat diterima dengan baik oleh seluruh partai koalisi. Dan, ia berharap tidak ada perpecahan di dalam koalisi apalagi ada partai pendukung yang memutuskan membelot ke kelompok lain.
Idrus berpendapat siapapun yang dipilih Jokowi harus diperjuangkan bersama-sama.

Menurutnya, lebih bijak bila mengedepankan kepentingan rakyat luas dibanding ambisi individu atau kelompok tertentu.

“Siapapun yang diputuskan nanti secara bersama-sama harus kita perjuangkan. Harus begitu. Jadi, tidak boleh dengan munculnya cawapres, lalu kemudian yang lain ada menggeliat-geliat lagi,” tegas Idrus.

(sat/JPC)


div>