SABTU , 22 SEPTEMBER 2018

IGI Gandeng Samsung Bentuk Smart Learning Centre

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Rabu , 01 Maret 2017 10:12
IGI Gandeng Samsung Bentuk Smart Learning Centre

MDFAJAR/RAKYATSULSEL LAUNCHING SMART LEARNING CLASS - Kepala Dinas Pendidikan Sulsel Irman Yasin Limpo menghadiri Launching Samsung Smart Learning Class, yang digagas Ikatan Guru Indonesia (IGI) bekerjasama Samsung Electronic Indonesia, di Jalan Gagak, Makassar, Selasa (28/2).

Meningkatkan kualitas tenaga pendidikan, khususnya dalam pemanfaatan Teknologi Informasi, Ikatan Guru Indonesia (IGI) bekerjasama dengan Samsung Electronics Indonesia, meresmikan fasilitas Samsung Smart Learning Class, di Jalan Gagak, Makassar Selasa (28/2). Fasilitas ini dimaksudkan sebagai wadah dalam memberikan pelatihan penggunaan gadget dan teknologi bagi para guru di seluruh Indonesia.

Hadir dalam launching fasilitas tersebut, President Samsung Mr Lee, Komisaris Samsung Agum Gumelar, Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK), Sumarna Surapranata, Kadis Pendidikan Sulsel, Irman Yasin Limpo, serta Kanwil Agama Sulsel.

Ketua Umum IGI, Muhammad Ramli Rahim mengatakan, Samsung Electronics Indonesia telah memimpin pasar ponsel dan TV di Indonesia, sehingga Samsung menjadi salah satu mitra strategis yang memberi perhatian khusus untuk pengembangan pendidikan. “Hari ini (kemarin) bersama dengan IGI meluncurkan sebuah program dari Samsung terhadap Guru Indonesia melalui salah satu fasilitasnya, Samsung Smart Learning Class. Fasilitas yang kami launching ini merupakan sebuah ruang kelas berbasis ICT (Information and Communication Technology) untuk memberikan pelatihan penggunaan gadget dan teknologi bagi para guru di seluruh Indonesia,”katanya.

Pelatihan ini, kata Ramli diharapkan membuat guru semakin dekat dengan teknologi dan bisa memanfaatkannya untuk menciptakan metode belajar mengajar yang lebih efisien, menarik dan interaktif. “Program berbasis teknologi modern ini, sebuah penelitian yang dibuat National Institute of Multimedia Education di Jepang, dan pihak Jepang mengatakan jika kelas berbasis ICT atau metode belajar mengajar yang menggunakan gadget dan teknologi mempunyai dampak positif yang signifikan bagi siswa,” urainya.

Melalui metode pengajaran berbasis ICT, IGI optimis mampu membuat para guru dapat memiliki pemahaman yang lebih lengkap sekaligus memiliki practical dan presentation skill terhadap pelajaran-pelajaran yang diajarkan. “Terutama matematika, sains dan ilmu sosial,” bebernya.

Adapun fasilitas Samsung Smart Learning Class diantaranya 23 unit Samsung Galaxy Tablet A8 dan perangkat-perangkat pendukung kelas berbasis ICT, seperti display TV, koneksi internet hingga printer. “Kami berharap fasilitas dan pelatihan-pelatihan dasar penggunaan tablet serta e-learning yang dirancang oleh IGI, dapat membawa kemajuan pada sistem pendidikan dan metode pengajaran di Indonesia,” jelasnya.

Menurut Ramli, salah satu kendala dari pemanfaatan teknologi dalam metode pengajaran adalah keterbatasan guru-guru Indonesia dalam menggunakan gadget, sebagian besar bahkan belum akrab dengan teknologi. Berbeda dengan siswa-siswi Indonesia yang 80 persen mengakses internet menggunakan tablet, laptop maupun  smartphone untuk mengerjakan tugas dan bersosialisasi di sosial media. “Sebuah penelitian yang dilakukan oleh Bambang Sumintono dari University of Malaya pada April 2012 di Bali, Sulawesi Selatan, Jawa Tengah dan Papua, menemukan bahwa hanya 30 persen guru yang mengakses internet untuk mencari informasi dan bahkan hanya 4 persen diantaranya yang mencari informasi mengenai ilmu pengetahuan dan bahan pengajaran secara spesifik,”terangnya

Ia menjelaskan menyadari perihal itu sebagian besar guru di Indonesia masih memiliki kendala dalam menggunakan perangkat teknologi. “Nah oleh karena itu kami menyiapkan kurikulum pelatihan e-learning dan pelatihan dasar menggunakan software umum seperti power point dan excel, untuk guru-guru anggota IGI,”tandasnya.

Sementara itu Sekretaris IGI, Anshar Syukur ? menambahkan, guru yang telah dilatih oleh pihak Samsung Smart Learning Class dan IGI ini dapat berbagi ilmu bagi rekan-rekannya di daerah tempat mereka mengajar. Selain itu IGI juga menyediakan tenaga pelatih sebanyak 575 orang. “Guru yang telah dilatih pihak Samsung diharap ikut mengiplementasikan terhadap siswa dan siswinya. Fasilitas ini juga meliputi program training of trainer agar semua peserta yang mengikuti program dapat melanjutkan dengan memberikan pengenalan e-learning, pelatihan gadget dan literasi untuk daerah-daerah lainnya di seluruh Indonesia,”tandasnya. (D)


div>