KAMIS , 18 OKTOBER 2018

IKA FKIP Unismuh Gelar Sarasehan Pendidikan

Reporter:

Hasriyanti

Editor:

Lukman

Senin , 14 Mei 2018 22:00
IKA FKIP Unismuh Gelar Sarasehan Pendidikan

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan Irman Yasin Lompo, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Sekertaris Daerah Kabupaten Takalar Nirwan Nasrullah menjadi pembicara pada Sarasehan Pendidikan IKA FKIP Unismuh.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pelantikan dan sarasehan pendidikan yang digelar Ikatan Keluarga dan Alumni (IKA) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah (Unismuh) Makassar di Hotel Arthama, JL Haji Bau Makassar, Senin (14/5)

Dalam kegiatan tersebut sebanyak 38 pengurus dilantik oleh Ketua DPP IKA Unismuh Makassar, Drs. Kamaruddin Moha, M.Pd.

Selain itu, dilanjutkan dengan sarasehan pendidikan dengan tema “Kebijakan Pendidikan Pemerintah Provinsi dan Kabupaten di Era Revolusi Industri 4.0” yang dibawakan oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Selatan H. Irman Yasin Lompo, Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dan Bupati Takalar yang diwakili oleh Sekertaris Daerah Kabupaten Takalar.

Berbicara tentang kebijakan pendidikan Pemerintah Provinsi Sulsel, Irman Yasin Limpo mengaku sangat setuju dengan revolusi, khususnya revolusi pendidikan.

Salah satu terobosan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Provinsi Sulsel adalah e-Panrita dimana orang tua dapat mengakses seluruh kegiatan anaknya di sekolah. Mulai dari mengakses RPP yang diajarkan oleh guru ke siswa, pengawasan kehadiran siswa, dan berbagai fungsi lain dari program ini.

“Program ini juga tidak hanya berfokus terhadap kegiatan siswa, tetapi juga pada guru. Dengan program ini, orang tua dapat melakukan intervensi pengawasan di dalam sekolah. Tujuan pendidikan adalah memanusiakan manusia,” singkatnya.

Untuk pendidikan di Kabupaten Gowa, Adnan Purichta Ichsan mengaku bahwa satu-satunya daerah yang pertama mengeluarkan Perda untuk mewajibkan orang tua yang mempunyai anak untuk menyekolahkan anaknya yang jika tidak, maka orang tua akan dipidanakan.

Dijelaskan pula bahwa di Kabupaten Gowa ada satpol pendidikan. Satpol ini untuk mengantar dan menjemput siswa dan guru agar mempermudah akses ke sekolah. “Bukan hanya itu, satpol juga berfungsi untuk mengecek keabsahan jika siswa atau guru tidak hadir di sekolah,” jelasnya.

“Tingkat kualitas pendidikan Kabupaten Gowa adalah urutan 31 dari sekira 300, dan akan diusahakan agar masuk 15 besar bahkan 10 besar,” ujarnya.

Ketua Panitia Kegiatan, Nasrun, menyampaikan bahwa sasaran utama dari kegiatan ini adalah agar peserta mampu memahami revolusi industri dan selanjutnya mampu mempersiapkan peserta didiknya untuk 4 hal.

“Empat hal ini adalah critical thingking, problem solving, kreatifitas, dan komunikasi,” jelasnya. (*)


div>