MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Ikan Kaleng Mengandung Cacing, Menkes Jangan Berkelit

Reporter:

Editor:

irsad ibrahim

Sabtu , 31 Maret 2018 22:01
Ikan Kaleng Mengandung Cacing, Menkes Jangan Berkelit

int

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM – Pernyataan Menteri Kesehatan Nila F Moeloek yang menyebut cacing mengandung unsur protein ketika menyikapi kasus ikan kaleng mengandung cacing dinilai sebagai penyederhanaan masalah.

Wakil Ketua Komisi IX DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, mendengar cacing saja ada di dalam makanan, masyarakat sudah merasa mual.

Belum lagi ada persoalan kehalalan cacing tersebut yang perlu diperiksa lebih lanjut oleh BJPH (badan jaminanan produk halal).

“Menkes mestinya mencari solusi agar ini tidak terjadi. Tidak berkelit dengan mengatakan ada protein. Faktanya, masyarakat resah,” ucap Saleh kepada jpnn.com, Sabtu (31/3).

Dia pun menyebutkan bahwa kasus ikan kaleng bercacing menambah panjang daftar makanan bermasalah masuk ke Indonesia. Sebelumnya juga ada mie instan mangandung babi.

Karenanya politikus PAN ini mempertanyakan keseriusan pemerintah dalam mengawasi lalu lintas keluar masuknya produk-produk konsumtif ke Indonesia, terutama BPOM.

“Kita semua tahu bahwa sebelum masuk, sudah ada proses pemeriksaan yang dilakukan. Lalu, mengapa masih ada produk seperti ini? Jumlahnya tidak tanggung-tangggung, ada 27 merk,” tegas Saleh.

Dia pun mengingatkan pemerintah tidak menganggap remeh kasus itu. Tindakannya tidak boleh hanya sekadar menarik produknya dari peredaran.

Pihak yang sengaja mengedarkan produk ini harus diperiksa. Harus ditelusuri apa motif dan sasaran akhirnya.

“Kalau sudah ditarik produknya, apakah persoalan selesai? Ini perlu ditelusuri lebih lanjut. Kami akan memanggil BPOM untuk menanyakan apa langkah yang akan mereka lakukan dan bagaimana agar tidak terulang kembali,” pungkas dia.(fat/jpnn)


Tag
div>