SABTU , 20 OKTOBER 2018

Ikhlas Mengabdi Tanpa Digaji

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 06 Desember 2016 11:50
Ikhlas Mengabdi Tanpa Digaji

RAHMANIAR/RAKYATSULSEL/C LAYAK DIBERI PENGHARGAAN. Naomi disuapi nasi tumpeng oleh Ketua TP PKK Kota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan. Pengurus PKK ini rela tak digaji selama 35 tahun.

Naomi Sampeangin tersenyum lebar. Wanita yang dikenal sebagai sosok yang berjiwa sosial tinggi ini mendapat penghargaan pada Hari Kesatuan Gerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) ke-44, di Gedung Barugae, Parepare Senin, (5/12).

Naomi tak pernah membayangkan dirinya akan mendapat penghargaan. Perempuan berusia 65 tahun ini mendapat penghargaan khusus dari Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare, Hj Erna Rasyid Taufan.

Penghargaan yang diperoleh Naomi bukan tanpa sebab. Ia satu-satunya pengurus PKK yang mempunyai masa bakti 35 tahun ini. Namun penghargaan itu bukan hanya karena masa baktinya yang cukup lama, tapi karena jiwa sosialnya yang sangat tinggi sehingga ia mendapat apresiasi yang sangat tinggi pula dari istri Wali Kota Kota Parepare itu.

“Sebenarnya Ibu Naomi ini dapat penghargaan bukan hanya karena ia paling lama masa baktinya, tetapi selama ini saya melihat Ibu Naomi sangat aktif, punya jiwa sosial yang sangat tinggi dan sering menolong orang lain,” puji Erna Taufan sembari menepuk pundak Naomi.

Erna mengatakan, meski di dalam organisasi PKK para pengurus tidak mendapatkan gaji, namun para pengurus tersebut bekerja dengan penuh keikhlasan. Sehingga kata dia, para pengurus, termasuk Naomi pantas untuk mendapatkan penghargaan yang tinggi.

“PKK tidak ada gajinya, mereka berkiprah puluhan tahun, bahkan hingga 35 tahun tanpa gaji. PKK bekerja dengan penuh keikhlasan, sehingga pantas bagi mereka untuk menerima penghargaan,” katanya.

[NEXT-RASUL]

Bekerja dengan rentang waktu 35 tahun bukan waktu yang singkat dengan berbakti tanpa gaji. Namun masa-masa itu telah dilalui Naomi yang juga Koordinator Kelompok Konstituen LP2EM ini dengan penuh suka cita.

Membuat orang muram menjadi tersenyum adalah harapan Naomi. Bahkan ia sangat berharap kepada Pemerintah Kota Parepare agar dapat menyiapkan rumah sakit orang gila karena selama ini, kesehariannya disibukkan dengan mengurus orang gila, memandikan, bahkan mencukur rambut mereka.

Ditanyai tentang alasannya bergabung di PKK, wanita asal Mamasa ini menuturkan, jika nalurinyalah yang memanggilnya. Bahkan kata Naomi, ia rela tak tinggal bersama anaknya, demi mengurus orang lain.

“Anak saya lulus kedokteran waktu itu, tapi dia suruh saya ikut sama dia untuk jaga anaknya, dan menyuruh saya menghentikan semua kegiatan membantu orang lain. Saya bilang kepada anak saya, kalau saya ikut sama kamu nak, maka hanya satu yang saya tolong, sementara di sini orang banyak yang bisa saya bantu,” kata Naomi.

Cita-cita luhur dari Naomi pantas menjadi teladan bagi siapapun. Naomi punya mimpi, agar Pemerintah Kota Parepare dapat menyiapkan rumah sakit bagi orang gila, agar kelak ia tak lagi pulang balik ke Makassar untuk mengantar orang gila tersebut.

Selain itu, juga berharap orang gila tersebut tetap bisa menikmati hidup di kampung halamannya, di Kota Parepare. “Ituji impianku,” tutupnya. (D)


Tag
div>