KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Iksan – Mulyadi Cerai Dini

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 27 Desember 2016 11:09
Iksan – Mulyadi Cerai Dini

int

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Peta politik di Kabupaten Jeneponto ikut terbelah, menyusul pecah kongsi antara Bupati Iksan Iskandar dan Wabup Mulyadi Mustamu.

Dua figur populer tersebut, diprediksi mendapat sokongan politik yang berimbang sebagai tiket menuju pencalonan di Pilkada 2018. Selain keduanya menjabat sebagai ketua parpol, dukungan parpol-parpol peraih kursi DPRD pun diprediksi cukup berimbang.

Baik Iksan maupun Mulyadi memiliki modal dari parpol yang dipimpinnya. Golkar yang kini dipimpin Iksan memiliki empat kursi keanggotaan DPRD, sementara Hanura yang dipimpin Mulyadi juga meraih jumlah kursi yang sama.

Dengan persentase 20 persen dari total 40 keanggotaan di DPRD, maka keduanya pun wajib membangun koalisi untuk pemenuhan syarat pengusungan pasangan calon di Pilkada 2018 nanti. Potensi koalisi kemungkinan terjalin berdasarkan efektivitas komunikasi dan penentuan balon wabup pasangannya.

Duo petahana Iksan dan Mulyadi hampir pasti akan saling berhadapan. Bahkan rivalitas keduanya sudah mulai terasa pada beberapa event di tanah turatea tersebut.

Terbaru, rombongan Iksan bersama pejabat pemerintahan Jeneponto diteriaki pendukung Mulyadi saat ingin hadir diacara maulid di Mesjid Allu beberapa hari lalu. Bahkan sempat terjadi insiden antara loyalis Iksan dan puluhan pendukung Mulyadi.

[NEXT-RASUL]

Setelah Mulyadi secara terbuka menyatakan perlawanan, Iksan pun mulai gerang dan panas. Oleh karena itu, Iksan saat ini mengaku tengah mencari calon pendamping lain. “Saya kira kami sudah sulit untuk bersatu. Karena dalam beberapa acara dia (Mulyadi) sudah mengatakan tidak mau lagi berpasangan dengan saya, lagian siapa juga yang mau panggil dia berpasangan,” kata Iksan, ketika di temui di Makassar, Senin (26/12).

Iksan menambahkan, kemungkinan besar figur pendamping yang akan gandengnya pada Pilkada Jeneponto mendatang masih berasal dari Kecamatan Bangkala. Menurutnya, hal itu adalah bentuk konsistensi dirinya untuk mengangkat tokoh dari daerah Bangkala.

“Saya kira tidak ada ji masalah ketika dia (Mulyadi) mau maju melawan saya di Pilkada. Tapi, jangan sampai mempertontonkan hal yang tidak baik kepada masyarakat Jeneponto. Kalau untuk saya, saat ini masih ingin berpasangan dengan tokoh asal Bangkala,” ungkapnya.

Meski demikian, Iksan mengaku untuk saat ini dirinya masih fokus menyelesaikan masa jabatannya sebagai Bupati Jeneponto. Pasalnya, kata dia, Pilkada Jeneponto masih lama, sehingga masih banyak waktu untuk melakukan persiapan.

“Kalau saya secara pribadi saat ini masih biasa-biasa saja, bahkan saya belum membentuk tim pemenangan. Pilkada Jeneponto itu kan 2018, dan ini masih lama. Saya lebih baik fokus dulu pada pekerjaan saya sebagai Bupati,” terangnya.

Lanjut, Ketua DPD II Golkar Jeneponto itu menjelaskan, kronologi penghadangan dirinya oleh para pendukung dan tim pemenangan Mulyadi pada Sabtu, 24 Desember lalu. Iksan mengaku sangat menyesalkan kejadian tersebut.

[NEXT-RASUL]

“Saya pikir kejadian seperti itu tidak perlu terjadi, semua kan bisa dibicarakan dengan cara yang baik. Mestinya, Pak Mulyadi bisa menenangkan pendukungnya karena dia ada disitu. Dan idealnya datang di rumah itu karena saya ada disitu, saya ini temannya dan bawahan saya dipemerintahan,” terangnya.

Sebelumnya, Anggota DPRD Sulsel Syamsuddin Karlos dari Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga merupakan putra asal Jeneponto, mengatakan dirinya siap maju dan bertarung pada Pilkada Jeneponto mendatang.

“Insya Allah saya siap maju dan bertarung di Pilkada Jeneponto, mudah-mudahan niat saya ini akan mendapat respon yang baik dari masyarakat Jeneponto,” kata Syamsuddin.

Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PAN Sulsel itu mengaku telah mendapat restu dari Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo. Selain itu, Syamsuddin juga mengaku telah mendapat restu Ketua DPW NasDem Sulsel, Rusdi Masse.

“Insya Allah sudah ada beberapa dukungan kepada saya untuk maju di Pilkada Jeneponto, seperti Pak Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo dan Ketua DPW NasDem Sulsel sekaligus bupati Sidrap Pak Rusdi Masse,” jelasnya.

Selain itu, Syamsuddin juga mengaku telah meminta restu dari Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAN Zulkifli Hasan pada cara Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) DPP PAN beberapa waktu lalu.

[NEXT-RASUL]

“Alhamdulillah, saya sudah bertemu dengan Bang Zul untuk meminta restunya. Dan beliau telah siap mendukung saya, juga Pak Kahfi sebagai Ketua DPW juga siap mendorong saya maju,” ungkapnya.

Lanjut, Syamsuddin mengatakan jumlah kursi di DPRD Jeneponto Fraksi PAN sebanyak 4 kursi, sementara syarat usungan di Pilkada harus mengantongi delapan kursi. Meski demikian, dia mengaku tidak sulit mencapai syarat dukungan tersebut. “Niatnya saya bertarung di Pilkada Jeneponto juga didorong oleh parpol lain,” ungkapnya.

Oleh karena itu, kata dia, dirinya tidak akan gentar berhadapan dengan incumbent, Iksan Iskandar. “Saya tidak pernah merasa takut untuk berhadapan dengan incumbent yang saat ini menjadi Ketua Golkar di Jeneponto. Insya Allah kalau ada jalan, maka saya bisa saja berpasangan dengan Pak Mulyadi,” pungkasnya. (E)


div>