Senin, 21 Agustus 2017

Imigrasi Gagalkan Pemberangkatan 40 CJH Ilegal

Jumat , 11 Agustus 2017 09:58
Ilustrasi. foto: net
Ilustrasi. foto: net
MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM - Petugas Imigrasi Bandara Sultan Hasanuddin berhasil menggagalkan 40 Calon Jemaah Haji (CJH) ilegal yang hendak berangkat ke tanah suci. 40 CJH tersebut berasal dari beberapa daerah di Sulawesi Selatan.

Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Sulsel, Abdul Wahid Tahir mengatakan, CJH ilegal tersebut berasal dari Makassar, Gowa, Bulukumba, dan Palopo. "Mereka menggunakan jasa salah satu travel dengan visa ziarah dan rencananya mereka akan diterbangkan ke Arab Saudi dengan melewati beberapa negara, yaitu dari Indonesia ke Singapura, dari Singapura kemudian terbang ke Srilangka, dan dari Srilangka menuju Jedda," ujar Abdul Wahid Tahir, Kamis (10/8).

Menurutnya, apa yang dilakukan CJH ilegal tersebut terbilang berbahaya. Pasalnya, pihak pemerintah tidak lagi ingin bertanggungjawab jika ditemukan CJH yang berangkat tidak melalui prosedur.

"Saya juga sampaikan bahwa ini bahaya karena ini sudah termasuk ilegal. Kita lihat juga pengalaman tahun lalu, untuk itu pemerintah menegaskan siapa yang tahun ini kedapatan melanggar kita tidak akan lagi berpihak padanya. Kedua, kita juga akan menjatuhkan sanksi penjara dua tahun dengan denda kurs sebesar 2000 dollar," ungkap Wahid Thahir.

"Mereka ini melanggar, kalau mau melaksanakan haji itukan harus mendaftar secara resmi melalui travel dan travel itu menyampaikan ke Kementerian Agama. Kedua, mereka ini tidak terdaftar secara resmi di negara," tambahnya.

Untuk itu, Kementerian Agama diminta dan mengimbau kepada petugas untuk tetap waspada dan mengantisipasi jemaah yang mau berangkat haji dengan cara ilegal.

Sementara itu, Kepala Kantor wilayah (Kanwil) Kemenkumham Sulsel, Sahabuddin Kilkoda mengatakan, dalam kasus ini, ditemukan beberapa calon jemaah haji yang membawa paspor dan visa ziarah di Bandara Sultan Hasanuddin.

Ia menyebutkan, pihaknya dalam hal ini Imigrasi sudah melakukan tugas dengan benar hanya saja travel dari penyelenggara perjalanan tersebut menyalahgunakan paspor. Izin yang ada pada travel tersebut kata Sahabuddin hanya sebatas umroh bukan perjalanan haji. "Jadi mereka (travel) yang membatalkan sendiri karena mereka sadar kalau hal tersebut salah," kata Sahabuddin.

Terkait sanksi yang akan diberikan, ia hanya menyerahkan kasus tersebut ke pihak Kemenag Sulsel sebagai instansi yang mewadahi persoalan travel perjalanan haji dan umroh. (Mg04/C)


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

*