JUMAT , 16 NOVEMBER 2018

IMMIM peringati Isra Mi’raj 1438 H

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Sabtu , 29 April 2017 14:16
IMMIM peringati Isra Mi’raj 1438 H

Peringatan Isra Mikraj IMMIM. ist

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Keluarga Besar IMMIM memperingati Isra’ Mi’raj 1438 H, di gedung Islamic centre IMMIM, Sabtu (29/4).

Acara tersebut dihadiri oleh Ketua Dewan Syura DPP IMMIM Drs.AGH.Muhammad Ahmad, Ketua Umum DPP IMMIM Prof.Dr.H.Ahmad M. Sewang, M.A, jajaran pengurus IMMIM dan peserta sekitar 350 orang.

Pada kesempatan itu, ketua DPP IMMIM Ahmad M.Sewang dalam pengantarnya menyatakan, tidak ada ulama besar yang lahir tanpa melakukan perjalanan dan diaspora. Karena itu pengalaman adalah ilmu, seperti Penceramah Drs.KH.Muchtar Adam menyatakan assafaru madrasatun kabiratun (jalan-jalan adalah pendidikan yang besar).

“Pengalaman sangatlah penting dalam kehidupan ini, karena itu sebagian dari ilmu yang dapat menjunjung kita ke dalam hidupan sehari-hari yang lebih baik,” ungkapnya.

Sementara itu, Pimpinan Ponpes Darussalam Bandung, H.Mokhtar Adam menyatakan gurunya Imam As Suyuti menulis sekitar 600an tulisan/buku selama hidupnya. Makanya ia juga rajin menulis buku dari pengalaman perjalanan keliling dunia. Dikatakannya salah satu hikmah Isra’ Mi’raj adalah selalu berkeliling ke beberapa daerah, termasuk ke Yerusalem dan negara-negara Islam.

Dia menjelaskan, bahwa Nabi Saw pernah berdoa “jangan hancurkan umatku dengan fitnah dan adu domba”. Menurutnya doa ini tidak diijabah oleh Allah Swt. Karena terjadi perpecahan di kalangan umat. Ini peringatan kepada umat Islam. Apalagi saat ini sudah ada KGB (Komunis Gaya Baru), katanya. Ia menulis bagaimana komunis merusak Indonesia, seperti Partai Islam (PPP, PKB) pecah. KBG menganut Infiltrasi, adu domba dan pecah belah. Karena itu, umat Islam perlu waspada terhadap Zionisme dan Komunisme global, ajaknya.

Menurutnya inti isra’ adalah abdun (hamba). Salah satu hamba Allah yakni Syekh Yusuf menyebut hamba adalah makrifat, dicirikan dengan akhlaq dan rajin Bersilaturrahim.

“Abdun juga berarti anak panah. karena itu santri IMMIM harus dikirim ke mana-mana seperti anak panah Apakah anda siap jadi anak panah?, tanyanya. Siap kata hadirin. Selain itu, abdun juga berarti kembang matahari.
Pimpinan Ponpes Babussalam Bandung ini sering berkeliling ke tempat-tempat sejarah di Mesir dan Negara-negara muslim lainnya. Bahkan ia pernah ziarah ke Rabiah al-Adawiyah. Dikatakannya kalau ziarah kubur bisa komunikasi dengan orang mati, sebagaimana Nabi Muhammad Saw ngobrol dengan umatnya dan dengan Nabi-nabi lainnya. Jadi orang hidup bisa ngobrol dengan orang mati, tapi harus tahu ilmunya,” ucapnya.

Seluruh nabi dan rasul mengajarkan tauhid laa ilaha illallaah. Karena itu rugilah manusia jika hanya berguru pada orang hidup. Imam al-Gazali menulis Hadis setelah mimpi bertemu dengan Rasulullah Saw. Bahkan menurutnya Ibnu Sina sebagai bapak kedokteran tanpa guru. Olehnya itu para mubalig perlu banyak keliling dunia ke tempat-tempat sejarah, seperti Masjid Biru di Turki, didesain arsitek yang dibimbing oleh arwah Nabi. Sudah 600 tahun tidak lapuk dilanda gempa. (***)


div>