RABU , 19 SEPTEMBER 2018

IMMIM Sikapi Seruan Menteri Agama

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 05 Mei 2017 11:45
IMMIM Sikapi Seruan Menteri Agama

QUDRATULLAH/RAKYATSULSEL/D SERUAN IMMIM. Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Masjid Musallah Indonesia Muttahidah (IMMIM) memberikan keterangan di Kantor pusat IMMIM Jl. Jenderal Sudirman Makassar, Kamis (4/5), terkait seruan Menteri Agama RI pada 28 April lalu tentang ceramah dan Khotbah yang berlangsung.

MAKASSAR, RakyatSulsel.com – Dewan Pengurus Pusat (DPP)  Ikatan Masjid Musallah Indonesia Muttahidah (IMMIM) Sulsel menggelar pertemuan guna menyikapi seruan Kementerian Agama tentang ketentuan ceramah agama di rumah-rumah ibadah seluruh Indonesia.

Pertemuan yang dihadiri langsung Ketua Umum IMMIM, Prof DR Ahmad M Sewang MA, Sekretaris Umum DR H Muh Ishaq Samad MA, dan Ketua Yasdic IMMIM, Ir H Ridwan Abdullah berlangsung di Kantor Pusat IMMIM Jalan Jenderal Sudirman, Kamis (4/5).

Ada enam poin penting yang dihasilkan dalam pertemuan tersebut. Pertama, para mubalig/khatib dalam menyampaikan ceramah hendaknya berdasarkan pada prinsip dakwah dalam Alqur’an, yaitu penuh hikmah, mengingatkan dengan cara yang baik, dan dialog yang sangat menghargai.

Kedua, para mubalig/khatib dalam materi ceramahnya harus memperhatikan nilai-nilai keimmiman, yaitu persatuan, toleransi, moderasi, independensi, dan cinta tanah air.

Ketiga, materi ceramah hendaknya bisa memberi nilai pencerahan dan pencerdasan para jamaah dan tetap memperhatikan motto IMMIM bersatu dalam akidah/usuliah dan toleransi dalam furu khilafiah.

Keempat, para pengurus masjid hendaknya memelihara kesucian masjid sebagai tempat menyejukkan dan steril dari segala bentuk yang bisa menyebabkan timbulnya perpecahan, baik antar umat beragama atau intern umat Islam.

Kelima mubalig/khatib dan pengurus masjid harus menaati kode etik pengurus masjid dengan menempatkan kepentingan agama, bangsa dan negara dari pada kepentingan golongan dan pribadi.

Selanjutnya ialah mubalig/khatib dan pengurus masjid harus terus menerus memelihara ukhuwah Islamiah, Wataniah, dan Basyariah, menjaga kerukunan, dan persatuan umat dan bangsa.

“Dengan ini, terlihat bahwa IMMIM menjaga persatuan dan kesatuan bangsa sangatlah penting. Immim menyeruh agar jangan ada lagi perpecahan antar suku dan budaya di Indonesia. Sejak dari awal berdirinya IMMIM, kami sudah memiliki motto bersatu dalam akidah, toleransi dalam furu’ dan khilafiah. Motto ini yang menjadi landasan kami dari dulu dan seterusnya. Intinya Kami ingin mensejahterakan ummat, menyejukkan dan mencerdaskan jamaah,” kata Ketua Umum IMMIM, Ahmad Sewang. (D)


div>