RABU , 14 NOVEMBER 2018

Incumbent Bukan Jaminan Lolos

Reporter:

Suryadi Maswatu - Fahrullah

Editor:

Iskanto

Jumat , 09 November 2018 08:09
Incumbent Bukan Jaminan Lolos

Ilustrasi (rakyatsulsel)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Tim Seleksi (Timsel) calon Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) untuk 7 kabupaten/kota di Sulsel, telah menetapkan nama-nama yang dinyatakan lulus tes kesehatan dan wawancara, Rabu (7/11).

Timsel menjaring 10 nama untuk selanjutkan diputuskan oleh KPU RI sebagai 5 besar yang dinyatakan terpilih sebagai komisioner pada tujuh kabupaten/kota di Sulsel.

Tujuh daerah itu antara lain KPU Kabupaten Wajo, Luwu, Pinrang dan Sidrap (Wilayah 1) dan KPU Kota Makassar, Parepare dan Kabupaten Enrekang masuk dalam seleksi wilayah II.

Khusus di Kota Makassar, dua incumbent yang lolos hingga tes kesehatan dan wawancara, akhirnya tumbang. Keduanya yakni Rahma Saiyed dan Abdullah Mansur.

Ketua Timsel zona II, Hasrullah membantah jika ada unsur atau penyebab lain sehingga dua petahana itu tidak lolos. Menurut dia, gugur atau tidak lolosnya dua petahana itu adalah murni berdasarkan hasil seleksi yang merujuk pada nilai dan bobot selama tes berlangsung.

“Saya perlu sampaikan, tak lolos petahana di Makassar bukan faktor lain. Bukan juga masalah dia petahana atau tidak, tapi kami (Timsel) kerja sesuai tupoksi, penilaian berdasarkan nilai dan bobot sesuai hasil tes hingga wawancara,” terangnya.

Perihal adanya dugaan dua petahana itu tidak lolos karena terjerat sejumlah masalah, Hasrullah tidak mau bespekulasi. “Yang jelas ini murni seleksi sesuai kompetensi serta tanggapan publik,” jelasnya.

Ia pun menegaskan akan mengirim nama-nama yang lolos ke KPU RI untuk mengikuti fit and proper test. “Segera kami kirim ke Jakarta. Waktunya itu tanggal 9 hingga 13 November. Mereka akan mengikuti uji kelayakan dan kepatutan untuk menentukan lima orang komisioner definitif di setiap kabupaten/kota, ” terangnya.

Rahma Saiyed yang dikonfirmasi terkait tidak lolosnya sebagai komisioner KPU enggan berkomentar banyak. Menurutnya, pihaknya selama menjadi komisioner menjalankan tugas dengan baik. “Kami jalankan tugas selama ini sesuai prosedur,” singkatnya.

Terpisah, Pakar Politik Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar, Andi Ali Armunanto mengatakan, ada dua hal yang menyebabkan mereka tidak diloloskan lagi oleh Timsel. Pertama, hasil tes calon komisioner lain jauh lebih baik ketimbang dua incumbent itu.

“Artinya, hasil penjaringan tahun ini menghasilkan calon yang memiliki kualitas lebih baik, sehingga incument tidak lolos,” katanya.

Yang kedua, kata Andi Ali Armunanto, Timsel melihat track record (rekam jejak) kedua incumbent tersebut, sehingga mereka terpental untuk periode selanjutnya.

“Timsel memperhatikan track record mereka. Kinerjanya dua incumbent selama lima tahun dievaluasi. Apalagi Timsel menerima laporan masyarakat. Itu mungkin menjadi pertimbangan timsel tidak diloloskannya dua incumbent itu,” jelasnya.

Andi Ali Armaunanto juga tidak menampik banyaknya masalah di KPU Makassar seperti penggunaan anggaran yang saat ini berproses di Polda Sulsel bisa menjadi pemicunya.

“Itu bisa menjadi pemicunya, karena KPU Makassar mendapatkan sorotan, baik institusi maupun individu. (*)


div>