RABU , 21 NOVEMBER 2018

Indeks Kebahagian Kota Makassar Naik Jadi 76 Persen

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Senin , 14 Agustus 2017 10:42
Indeks Kebahagian Kota Makassar Naik Jadi 76 Persen

Ilustrasi Kantor Balaikota Makassar. foto: net

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, mengklaim Indeks Kebahagiaan Kota Makassar 2017 mengalami kenaikan dari tahun lalu yang berada di kisaran 74%, menjadi 76% di tahun 2017 ini. Hal tersebut diungkapkan Kepala Bappeda Kota Makassar, A Khadijah Iriani Ridwan.

Iriani mengaku, perolehan tersebut diperoleh berdasarkan hasil survey Indeks Kebahagiaan dimana Bappeda menggandeng lembaga survey PT. Celebes Research Center (CRC).

“Survey terakhir yang kita lakukan itu dua tahun yang lalu dan setelah kita lakukan survey lagi ada peningkatan. Berarti ada kepuasan dari masyarakat, peningkatannya itu dari 74 persen menjadi 76 persen. Bahkan kontribusinya ke Sulsel itu sekitar 30 persen. Sehingga indeks kebahagiaan masyarakat kita berada di posisi tertinggi,” ungkap Iriani diberitakan Rakyat Sulsel, Senin (14/8).

Menurut Iriani, hasil survey Indeks Kebahagiaan Kota Makassar tersebut bertujuan untuk memberikan gambaran tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Makassar serta memberi dorongan kepada pelaku pembangunan agar lebih memperhatikan aspek sosial dalam pembangunannya.

“Pembangunan tidak hanya soal fisik saja, sehingga Indeks Kebahagiaan juga sangat penting untuk mengukur tingkat kesejahteraan masyarakat sehingga untuk menentukan arah pembangunan juga wajib memperhatikan aspek sosial dalam pembangunan,” terangnya.

Selain itu, sambungnya, hasil survey Indeks Kebahagiaan tersebut digunakan untuk membandingkan kemajuan pembangunan dari tahun ke tahun dari aspek sosial, yang merupakan kelengkapan indikator dalam kemajuan suatu daerah.

“Beberapa tahun terakhir, Kota Makassar mengalami pertumbuhan yang pesat, tahun ini pertumbuhan ekonomi mencapai 7,9 persen, lebih tinggi dari laju pertumbuhan ekonomi Sulsel yang hanya 7,42 persen dan nasional 5,6 persen di periode yang sama,” tandas Iriani. (***)


div>