SELASA , 12 DESEMBER 2017

Independen Atau Parpol, IYL-Cakka Bisa Saling Melengkapi dengan Demokrat-PPP

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 23 November 2017 17:20
Independen Atau Parpol, IYL-Cakka Bisa Saling Melengkapi dengan Demokrat-PPP

Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sulsel, Ichsan Yasin Limpo dan Andi Mudzakkar melakukan "SALAM PUNGGAWA".

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Apapun pilihan politik duet Ichsan Yasin Limpo-Andi Mudzakkar (IYL-Cakka) di Pilgub Sulsel, diyakini tetap bisa saling melengkapi dengan sejumlah partai politik (parpol) yang berada dibarisan pemenangannya.

Pengalaman mengantarkan Adnan Purichta Ichsan di Pilkada Gowa melalui jalur perseorangan plus dukungan parpol, bisa menjadi modal tersendiri jika pada akhirnya pasangan yang dikenal komitmen ini memilih maju lewat perseorangan atau independen.

Di samping itu, kekuatan keduanya yang sejak dulu terbangun, bisa semakin padu dengan grassroot yang dimiliki Partai Demokrat dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang tersebar di semua kabupaten/kota di Sulsel.

Penilaian itu disampaikan Direktur Lembaga Survei Epicentrum Politica, Iin Fitriani kepada wartawan, Kamis (22/11/2017). Menurutnya, kekuatan IYL-Cakka patut diwaspadai oleh siapapun yang menjadi rival pasangan ini. Mengingat, basis keduanya untuk kali pertama menyatu di pilgub.

“IYL dari basis selatan melebar ke tengah, dilengkapi dengan Cakka dari basis utara melebar ke tengah juga. Jadi titik pertemuannya sudah sangat melengkapi untuk maju ke arena pertarungan Pilgub,” ulas Direktur Lembaga Survei Epicentrum Politica, Iin Fitriani.

Sementara soal kekuatan partai, menurut Iin, Demokrat adalah partai yang cukup massif pergerakannya di Sulsel sejak awal berdiri. Hal itu terbukti dari perolehan 11 kursi milik partai berlambang mercy tersebut di DPRD Sulsel.

Sementara itu, PPP memiliki ciri khas sendiri sebagai partai berbasis Islam paling lawas di Indonesia. PPP juga memiliki anggota dan kader partai yang loyal tersebar di seluruh Sulsel.

“Dengan demikian, secara figur (IYL dan Cakka), maupun secara partai (Demokrat dan PPP) itu sudah termasuk kekuatan yang patut diwaspadai calon lainnya,” pungkasnya.

Untuk diketahui, IYL-Cakka sebelumnya memberi isyarat bakal maju lewat perseorangan. Itu dilakukan, karena parpol yang berada dalam genggamannya, belum sepenuhnya aman. Terutama PPP yang masih memungkinkan ada sengketa hukum dalam dualisme kepengurusan. Jika itu terjadi, hampir pasti duet ini bakal kesulitan lolos lewat pendaftaran koalisi parpol di KPU.

Pasalnya dengan modal dukungan Demokrat 11 kursi, masih membutuhkan tambahan minimal 6 kursi. Sementara sejumlah partai lain, termasuk PAN yang lebih awal memberikan rekomendasi, memilih berpaling ke kandidat lain akibat dugaan tekanan dan intervensi pihak tertentu yang berusaha menjegal IYL-Cakka tidak masuk ke arena pilgub. (*)


div>