SABTU , 15 DESEMBER 2018

Indonesia Eximbank Bersama KEIN dan Kadin Tingkatkan UKME di Pasar Global

Reporter:

Editor:

dedi

Jumat , 07 April 2017 23:31
Indonesia Eximbank Bersama KEIN dan Kadin Tingkatkan UKME di Pasar Global

int

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Indonesia Eximbank menyelenggarakan Business Gathering bekerja sama dengan Komite Ekonomi dan Industri Nasional (KEIN) dan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin). Kerja sama ini bertujuan meningkatkan pelaku Usaha Kecil Menengah Ekspor (UKME), untuk dapat kompetensi di Pasar Global nantinya.

Pelaksana Tugas Direktur Eksekutif Indonesia Eximbank, Susiwijono Moegiarso mengatakan bahwa acara ini merupakan salah satu program kerja Indonesia Eximbank tahun 2017 agar pelaku UKM dapat meningkatkan kompetensi dan termotivasi untuk melakukan ekspor dalam pertumbuhan ekonomi baik regional maupun nasional.

“Dapat sejalan pemerintah dalam melakukan pemerataan pembangunan dan ekonomi termasuk ekspor diseluruh wilayah Indonesia,” kata Susiwijono Moegiarso saat pres confrence di Four Point by Sheraton, Kamis kemarin.

Lanjut dikatakanya, pemerintah indonesia dalam makro eknomi ada peningkatan yang sebelumnya sekitar 5,0 persen maka tahun 2017 Indonesia Eximbank optimis bisa mencapai 5,1 bahkan menurutnya bisa melebih target yang sudah di canangkan.

“Seminggu lalu Indonesia Eximbank melalukan pertemuan dengan investor dan melakukan penjualan Makroekonomi yang mencapai 50 Miliar USD, dan naik 10 persen dari sebelumnya,” ungkap Susiwijono

“Pencapaian penjualan itu merupakan terbesar dikawasan Asean, artinya apa, Investor optimis bahwa ekonomi di Indonesia mempunyai potensi besar dalam bidang makro ekonomi,” lanjutnya.

Lebih jauh dijelaskannya, indikator potensi besar yang masih di miliki wilayah Indonesia adalah pada bidang ekspor khususnya pada komoditi Ikan, yang saat ini masih menjadi primadona di wikayah Amerika dan Jepang.

“Pada tahun 2011 sampai 2012 ekspor kita mencapai Rp 191 Miliar USD. Karena memang pada saat itu komoditi lagi bagus-bagusnya dan mulai 2013 sampai sekarang slow respon dari Rp 191 Miliar USD ke Rp 174 Miliar USD. Kemudian dari Rp 174 Miiar USD ke Rp 147 Miliar USD, dan pada tahun 2015 turun lagi menjadi Rp 144 Miliar USD. Bayangkan selama 5 tahun penurunnya hampir 30 persen,” jelas Susiwijono

Business Gathering ini dihadiri lebih dari 250 Pelaku usaha mengikuti seminar dan coaching clinis yang akan dibagi 200 pelaku usaga mengikuti seminar dan 50 pelaku usaha mengikuti Coaching Clinic dengan pemateri seminar dan coaching clinic yaitu Arif Budimanta (wakil ketua Kein), Bonifacius Prasetyo (Direktur Pelaksana Indonesia Eximbank), Erik Hidayat (Wakil ketua umum Kadin Indonesia Bidang UKM), Eddy Handoko (Direktur PT Indotropic Fishery) dan Bagus A Lesmana (Konsultan dan Praktisi Eksportir)


div>