MINGGU , 18 NOVEMBER 2018

Indonesia Pantang Memandang Enteng Lawan

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Kamis , 07 September 2017 13:45
Indonesia Pantang Memandang Enteng Lawan

Line up Indonesia U-19 vs Filipina U-19 (Budiono/Jawa Pos)

YANGON, RAKYATSULSEL.COM – Kepercayaan diri timnas Indonesia U-19 sedang tinggi setelah kemenangan atas tuan rumah Myanmar dalam pertandingan perdana Selasa lalu (5/9). Itu menjadi modal berharga untuk melakoni laga kedua melawan Filipina grup B Piala AFF U-18 di Stadion Thuwunna, Yangon, Kamis malam ini (7/9).

Filipina bukanlah unggulan dalam event kali ini. Mereka juga belum pernah mencapai semifinal selama enam kali ambil bagian dalam ajang yang sama. Bahkan, pada pertandingan pertama, mereka takluk oleh Brunei Darussalam 2-3. Meski begitu, pantang bagi Rachmat ”Rian” Irianto dkk memandang remeh lawan.

’’Kalau profil jelek lawan yang dimunculkan akan ada rasa takabur nanti. Saya sudah tekankan, siapa pun lawan harus kamu hadapi secara serius. Tidak ada lawan yang ringan, tidak ada lawan yang berat. Yang penting kami hadapi sungguh-sungguh,’’ kata pelatih timnas Indonesia U-19 Indra Sjafri.

ANDALAN: Egy Mualana Vikri (kiri) diharapkan bisa menjadi motor serangan Timnas U-19. (Dika Kawengian/Jawa Pos)

Dalam sesi latihan Rabu sore (6/9), Indra mencoba melakukan perubahan komposisi pemain. Beberapa penggawa yang telah turun di laga kontra Myanmar tampak tidak masuk tim utama. Mereka, antara lain, winger Saddil Ramdani, gelandang M. Iqbal, dan striker Hanis Saghara.

Sebagai gantinya, Asnawi Mangkualam yang bisa bermain sebagai gelandang berpotensi turun. Egy Mualana Vikri yang sebelumnya berada di gelandang serang digeser lebih ke kanan. Sementara itu, posisi terdepan diisi M. Rafly.

Saat ditemui setelah latihan, Indra tidak menampik akan ada rotasi. ’’Supaya nanti di akhir turnamen kami punya pemain yang punya jam terbang secara menyeluruh. Yang jelas, sebagaimana kami hadapi Filipina, kami melihat video permainan mereka dan melihat langsung pertandingan di stadion (lawan Brunei). Itu yang menjadi antisipasi kami,’’ imbuh juru taktik 54 tahun itu.

Rotasi dilakukan bukan karena ada pemain yang cedera atau kurang fit, melainkan murni pertimbangan taktikal dan recovery. Dengan kondisi itu, dia berpendapat timnya punya kans besar untuk meraih tiga poin. Asal, pemain bisa meningkatkan kemampuan yang lebih baik daripada laga perdana.

’’Kami juga siap-siap untuk lawan Vietnam (11/9). Saya ingin anak-anak bermain seperti biasanya. Saya pikir di babak kedua kemarin pemain masih belum 100 persen. Saya berharap jauh lebih baik,’’ lanjut mantan pelatih Bali United itu.

Kapten timnas U-19 Rachmat Irianto mengaku telah mengantongi kekuatan Filipina. Tapi, bek tengah Persebaya Surabaya itu tetap mewaspadai beberapa andalan skuad asuhan Jose Maria Anoche Aberasturi tersebut. Dua pemain yang diwaspadai adalah striker Mariano Suba dan winger Palogan Tacardon yang memiliki kecepatan. Kebetulan, keduanya mencetak gol kala melawan Brunei Darussalam. Bek yang akrab disapa Rian itu tidak ingin kembali lengah seperti melawan Myanmar.

’’Setelah pertandingan, sesama pemain kami adakan evaluasi sendiri apa yang kurang di pertandingan. Antisipasi saya, Filipina punya serangan balik yang cepat. Semua di tim sudah mempersiapkan dengan baik untuk membendung Filipina,’’ ujar pemain 18 tahun itu.

(*/c19/ham)


div>