RABU , 17 OKTOBER 2018

Indonesia Wajib Bekuk Vietnam

Reporter:

Editor:

asharabdullah

Senin , 11 September 2017 13:30
Indonesia Wajib Bekuk Vietnam

ANDALAN: Egy Mualana Vikri (kiri) diharapkan bisa menjadi motor serangan Timnas U-19. (Dika Kawengian/Jawa Pos)

Yangon, RAKYATSULSEL.COM – Menang 2-1 ata tuan rumah Myanmar (5/9) dalam laga pertama Piala AFF U-18 2017 memang membanggakan. Membantau Filipina sembilan gol tanpa balas (7/9) dalam laga kedua juga lua biasa. Tapi, itu bukan tantangan sesungguhnya di grup B bagi Indonesia.

Nah, yang menjadi tantangan terberat bagi Indonesia selama fase grup akan hadir dalam laga ketiga Senin sore (11/9). Tim berjuluk Garuda Nusantara tersebut akan bertarung dengan Vietnam di Stadion Thuwunna, Yangon (siaran langsung Indosiar pukul 15.00 WIB).

Vietnam dan Indonesia sama-sama mengoleksi enam angka. Saat ini Vietnam masih berada di puncak klasemen sementara grup B lantaran unggul produktivitas gol. Dengan begitu, bagi kedua tim, kemenangan menjadi jalan lapang menuju semifinal tanpa menunggu laga pemungkas.

Bagi Indonesia, laga pemungkas lebih ringan lantaran ”hanya” melawan Brunei Darussalam (13/9). Sebaliknya, bagi Vietnam, tantangannya lebih berat karena harus menghadapi tuan rumah Myanmar pada hari yang sama.

Sepanjang sejarah ajang ini, empat kali Indonesia melawan Vietnam. Hasilnya, Vietnam menang tiga kali dan sekali kalah. Satu-satunya kekalahan Vietnam dari Indonesia diderita saat final pada edisi 2013. Pada waktu normal kalau itu, pertandingan berakhir seri tanpa gol. Laga dilanjutkan ke perpanjangan waktu dan diakhiri dengan kemenangan Indonesia melalui adu penalti 7-6.

”Saya tak terlalu memikirkan masa lalu. Saya tidak pernah sampaikan hasil masa lalu kepada anak-anak. Itu biarlah menjadi sejarah. Sekarang harus fokus ke depan dan memikirkan cara menghadapi Vietnam,” kata Pelatih Timnas U-19 Indonesia Indra Sjafri.

Tantangan lain selain lawan yang berat, Indonesia akan bermain pada sore hari yang panas di Yangon. Karena itu, Minggu (10/9) Indra sengaja memberlakukan latihan pada sore hari untuk beradaptasi dengan cuaca panas di kisaran 34 derajat Celsius di Yangon.


div>