KAMIS , 24 MEI 2018

Industri Es PPI di Bantaeng terbengkalai

Reporter:

Jejeth Aprianto

Editor:

asharabdullah

Jumat , 04 Mei 2018 12:00
Industri Es PPI di Bantaeng terbengkalai

Industri Es PPI di Bantaeng. Jejeth/RakyatSulsel

BANTAENG, RAKYATSULSEL.COM – Sangat disayangkan, Kabupaten Bantaeng yang terkenal dengan segudang prestasi seperti yang dijual oleh Nurdin Abdullah (NA) ternyata tidak sesuai kenyataan.

Bantuan mesin pembuat es dari Kementerian Kelautan yang harusnya dapat dijaga dan berguna bagi nelayan Kabupaten Bantaeng kini sudah rusak dan terbengkali di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Kabupaten Bantaeng yang berada di Kampung Birea, Desa Pa`jukukang, Kecamatan Pa`jukukang.

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Bantaeng, Muh. Dmiati Nongpa, mengatakan, mesin tersebut pernah beroperasi namun tidak begitu lama.

“mesin pembuat es tersebut juga terakhir beroperasi tahun 2014, tapi sekarang tidak beroperasi, itu sudah lama, kita sudah mau serahkan ke tingkat satu (Kementerian Perikanan dan Kelautan) itu mesin,” ungkapnya, Jumat (4/5).

Fakta yang lebih mencengangkan lagi datang dari salah satu nelayan di kampung Birea, Muh Said, mengatakan bahwa mesin tersebut hanya satu kali beroperasi dengan alasan ada onderdil mesin yang rusak.

“Tidak sampai satu minggu beroperasi mesin itu sudah dikatakan rusak, kemudian kalau mau diperbaiki, mekaniknya dan onderdilnya harus dari korea. Sempat diperbaiki tapi tidak mau mentong baik itu mesin,” ujarnya.

Ia juga menuturkan, es yang diproduksi mesin membuat kualitas ikan menjadi jelek. Hal inilah yang membuat nelayan enggan memakai es hasil produksi mesin tersebut.

“Es yang dipakai dinginkan ikan ini mengubah kualitas ikan jadi jelek, makanya nelayan tidak sudah tidak mau pakai,” jelasnya. (*)


div>