SELASA , 19 JUNI 2018

Infokom RSUD Parepare Imbau Penyakit DBD di Musim Pancaroba

Reporter:

Anastasya

Editor:

Niar

Rabu , 30 Mei 2018 14:33

PAREPARE, RAKSUL.COM- Bagian Informasi dan Komunikasi (Infokom) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Andi Makkasau mengimbau masyarakat untuk waspada terhadap penyakit Demam berdarah dengue (DBD), yang disebabkan virus dengue yang dibawa nyamuk. Penyakit ini dapat terjadi pada pasien dengan usia berapapun, apalagi dikondisi penghujan yang tidak menentu seperti saat sekarang ini.

Kepala Bidang Infokom, Mukaramah menjelaskan, secara umum gejala DBD biasanya diawali dengan demam setelah digigit nyamuk yang terinfeksi. Kemudian muncul ruam di bagian tubuh, 3 sampai 4 hari setelah demam.

“Jika masyarakat memiliki gejala yang dimaksud, kita sarankan untuk konsultasi dan periksa ke dokter, baik di puskesmas maupundi sakit,” katanya.

Demam berdarah DBD lanjut Mukaramah, disebabkan oleh virus yang disebarkan oleh gigitan nyamuk, dengan membawa virus itu untuk menginfeksi darah manusia dengan gigitan dan mentransfer darah yang terinfeksi ke orang lain. Jika ada masyarakat yang terjangkit penyakit ini kata dia, diminta untuk istirahat yang lebih di tempat tidur dan perbanyak minum air.

“Tidak ada penanganan spesifik untuk demam berdarah DBD, kebanyakan pasien pulih dalam dua minggu. Tapi, penting untuk kita menangani gejala-gejala untuk menghindari komplikasi,” ujarnya.

Kasubid Humas RSUD Andi Makkasau, Farida mengatakan, ada beberapa poin yang harus diketahui masyarakat untuk mencegah penyakit tersebut. Misalnya menjaga perilaku masyarakat, baik di kediamannya maupun di lingkungannya.

“Untuk mencegah dan mengatasi DBD, sebaiknya masyarakat merubah gaya hidupnya. Seperti, membiasakan diri membersihkan genangan air, tidak menumpuk sampah dan utamanya biasakan hidup pola sehat,” ungkapnya.

Dia juga menyarankan, agar puskesmas rutin melakukan sosialisasi di tengah masyarakat, guna mengantisipasi dan mencegah DBD merajalela menyerang.

“Nyamuk yang membawa virus DBD biasanya tinggal di dalam dan sekitar perumahan dan berkembang biak di genangan air. Mari kita sama-sama mengurangi habitat perkembangbiakan nyamuk, untuk mengurangi populasi nyamuk,” ajaknya. (MP1)


div>