SABTU , 21 APRIL 2018

Inggris Lirik Energi Terbarukan Sulsel jadi Ladang Investasi

Reporter:

Al Amin

Editor:

asharabdullah

Kamis , 22 Februari 2018 17:15
Inggris Lirik Energi Terbarukan Sulsel jadi Ladang Investasi

Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Setda Provinsi Sulsel, Muhammad Firda saat menerima kunjungan Wakil Kepala Tim Ekonomi dan Kesejahteraan (Deputy Head of Economics and Prosperity Team) Kedutaan Besar Inggris, Samuel Hayes. Foto: (ist)

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Pemerintah Inggris tertarik berinvestasi di Sulsel, dalam bidang energi terbarukan. Namun, jika ingin maju di semua bidang, mereka menyarankan agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulsel memprioritaskan infrastruktur.

Wakil Kepala Tim Ekonomi dan Kesejahteraan (Deputy Head of Economics and Prosperity Team) Kedutaan Besar Inggris, Samuel Hayes, meyakini jika Sulsel ingin maju di berbagai bidang, maka yang pertama perlu menjadi prioritas adalah pembangunan infrastruktur.

“Dengan hadirnya infrastruktur yang baik, maka akan mempengaruhi yang lain juga menjadi baik,” kata Hayes saat berkunjung ke Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (22/2).

Dalam kunjungan ini, Inggris menjajaki kemungkinan bidang-bidang yang bisa dikolaborasikan di Sulsel. Selain infrastruktur, juga perdagangan dan pendidikan.

Salah satunya, disebutkan oleh Hayes kemungkinan untuk kerjasama di bidang energi terbarukan. Di bidang ini, Inggris salah satu yang terbaik. Terutama energi terbarukan di lepas pantai.

“Kalau dalam hal ini Inggris ahli dalam bidang energi terbarukan. Mungkin kami akan berdiskusi dengan pemerintah daerah atau jika ada perusahaan Inggris yang mau berinvestasi, Sulsel daerah yang sangat baik sejauh ini,” sebutnya.

Di Sulsel sendiri, selain PLTB Sidrap yang sudah hampir beroprasi, saat ini pembangunan energi terbarukan di Jeneponto dan Selayar sedang dipersiapkan. Hayes juga membahas kemungkinan kerja sama bidang sumber daya manusia, ekonomi digital (e-commerce), dan ekonomi kreatif serta pengaruh Pilkada di Sulsel.

Sementara itu, Asisten Ekonomi Pembangunan dan Kesejahteraan Setda Provinsi Sulsel, Muhammad Firda, usai pertemuan menjelaskan, Inggris ingin mengetahui potensi yang bisa dijajaki terutama pendidikan dan infrastruktur.

“Di Sulsel kita jelaskan ekonomi kita sepuluh tahun terakhir di atas tujuh persen, kita juga memiliki komoditi ekspor terbesar seperti kakao dan rumput laut,” sebut Firda.

Persoalan infrastruktur juga masih terbuka lebar dan teknologi dari Eropa adalah yang terbaik, termasuk Inggris. Salah satu yang dibicarakan adalah kerjasama menciptakan tenaga ahli dan terampil.

“Terkait tenaga terampil yang bisa mendukung hadirnya infrastruktur tersebut dan menjawab tantangan global. Sehingga tidak terjadi insiden kecelakaan tenaga kerja. Apalagi mereka terkenal ahli,” kata Firda. (*)


div>