KAMIS , 20 SEPTEMBER 2018

Ini Alasan Pengusaha Tak Turunkan Harga Pangan Meski BBM Turun

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Jumat , 23 Januari 2015 22:40

JAKARTA, RAKYATSULSEL.COM  – Penurunan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) yang diumumkan pemerintah beberapa waktu lalu belum diikuti penurunan harga sebagian barang-barang kebutuhan masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Solihin,  mengatakan belum turunnya harga ini bukan disebabkan aksi mengambil untung yang besar oleh para pengusaha ritel.

Dia menjelaskan, pengusaha ritel rata-rata menaikan harga barang antara 12 persen hingga 15 persen dari harga yang dijual oleh pabrik atau industri.

“Margain yang di-setting oleh para pengusaha paling antara 12 persen sampai 15 persen, tidak lebih,” ujarnya di Jakarta, Jumat (23/1/2015).

Dari margin tersebut, lanjut Solihin, ritel hanya mendapatkan untung antara 1 persen-2 persen. Ini lantaran dipotong biaya-biaya yang harus dikeluarkan seperti beban biaya listrik, gaji karyawan dan lain-lain.

“Margin 12 persen itu pun dipotong cost seperti gaji pegawai, listrik, dan lain-lain. Paling keuntungan ritel hanya 2 persen,” lanjutnya.

Selain itu, Solihin juga membantah bahwa ritel melakukan penimbunan agar harga barang kebutuhan pokok tetap tinggi. Menurutnya, barang-barang yang ada di toko ritel hanya bisa bertahan hingga 2 minggu.

“Pola bisnis ritel modern, ada buffer stock, itu tidak lebih dari 2 minggu. Dan kalau stok pun tidak lebih dari 5 persen. Kalau sudah lebih dari 2 minggu barang sudah habis,” tandasnya. (lptonl)


Tag
  • sembako naik
  •  
    div>