MINGGU , 25 FEBRUARI 2018

Ini Bahaya di Balik Kebulan Asap Vapor

Reporter:

Editor:

dedi

Kamis , 02 Februari 2017 22:00
Ini Bahaya di Balik Kebulan Asap Vapor

Ilustrasi

RAKYATSULSEL.COM – Rokok elektrik saat ini sudah menjadi bagian dari gaya hidup. Kepulan asap membumbung tinggi saat mengisapnya membuat penikmatnya merasa keren. Apa iya? Mungkin iya, tetapi rokok elektrik tersebut ternyata yang tidak lebih baik dari rokok tembakau.

Bahkan, sebuah penelitian baru menyebutkan bahwa rokok elektrik dapat meningkatkan resiko serangan jantung. Lebih dikenal dengan sebutan vapor, rokok elektrik tersebut kali pertama dipasarkan di Inggris pada tahun 2005 dan setahun kemudian masuk Amerika Serikat. Seiring pertumbuhannya, vapor mengalami peningkatan penjualan yang fantastis.

Para anak muda menggandrunginya dan menganggap itu keren. Tak hanya itu, mereka menilai mengisap vapor jauh lebih sehat dengan mengisap rokok tembakau. Sekitar 9 juta orang Amerika dan 2.6 juta orang Inggris mengonsumsi vapor yang memiliki aneka aroma tersebut. Tetapi, di balik aroma yang enak ada nikotin yang tersembunyi.

Peneliti menemukan kalau level adrenalin di jantung penikmat rokok elektrik cenderung naik. Pun demikian dengan tingkat stressnya. Kedua faktor itu berasosiasi dengan penyakit jantung. Dipaparkan peneliti, rokok elektrik juga menghasilkan aerosol yang mengandung nikotin ketika dihirup. Tetapi, memang dibutuhkan penyelidikan lebih lanjut apakah nikotin tersebut mempengaruhi kesehatan hati, paru-paru, serta pembuluh dara seperti halnya nikotin di dalam tembakau.

”Meninggalkan rokok adalah satu-satunya cara terbaik untuk meningkatkan kesehatan hati. Karena dengan merokok akan merusak anggota tubuh secara perlahan. Khususnya risiko serangan jantung atau stroke,” kata Christopher Allen, Senior dari Perawatan Jantung British Heart Foundation.(cr3/Daily Mail/JPG/tia)


div>