SENIN , 19 NOVEMBER 2018

Ini Jadwal Tes SKD CPNS Makassar

Reporter:

Armansyah

Editor:

Iskanto

Selasa , 30 Oktober 2018 11:39
Ini Jadwal Tes SKD CPNS Makassar

Ilustrasi

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Badan Kepegawaiam Negara (BKN) Pusat telah mengeluarkan jadwal tes seleksi kompetensi dasar untuk Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) di Lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar. Pelakasanaan ujian akan berlangsung, Rabu (31/10) besok di gedung Auditorium RRI, Jalan Ribura’ne, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar.

“Jadi tesnya itu selama empat hari, dimulai tanggal 31 Oktober sampai 3 November,” singkat Sekretaris Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Makassar, Basri Rakhman, Selasa (30/10)

Kata Basri, pelaksanaan ujianĀ Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) ini setiap harinya akan dibagi dalam lima sesi. Setiap sesinya akan diikuti oleh 720 peserta ujian, sehingga dalam sehari ada sekitar 3600 peserta yang akan mengikuti ujian.

“Tiap hari kita bagi lima sesi, kecuali hari Jumat itu cuma empat sesi, dan setiap sesinya itu ada sekitar 720 peserta yang mengikuti tes,” ucapnya.

Para peserta ujian SKD akan mengerjakan soal menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) selama 90 menit. Dimana dalam 100 soal dibagi menjadi tiga bidang, diantaranya Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) 35 soal, Tes Intelegensia Umum (TIU) 30 soal, dan Tes Karaktetristik Pribadi (TKP) 35 soal.

Lanjut Basri, untuk bisa lulus tes para peserta harus bisa mencapai passing grade yang telah diatur dalam Paraturan Menteri PAN-RB 37/2018 Tentang Nilai Ambang Batas SKD Pengadaan CPNS 2018.

“Setelah ujian mereka bisa langsung melihat hasilnya, lulus atau tidak. Selain dilihat dari passing grade juga dilihat dari jumlah formasi, jadi di rangking lagi,” tuturnya.

Setelah dinyatakan lulus tes SKD, para peserta kemudian akan mengikuti tes Seleksi Kompetensi Bidang (SKB). Diantaranya, Tes Substansi Jabatan sesuai dengan formasi yang dipilih dan dikerjakan menggunakan sistem CAT, bobotnya mencapai 60 persen. Tes Penulisan Esai sesuai jabatan yang dipilih bobotnya 15 persen, dan tes wawancara yang bobotnya mencapai 25 persen

“Jadwalnya kita belum tahu, tunggu arahan BKN,” sebutnya.

Basri berharap agar insiden temuan joki saat ujian SKD kemarin tidak terjadi. Panitiapun diminta untuk memperketat pengamanan, khususnya sebelum peserta ujian memasuki ruangan.

“Panitia kan dari BKN, tapi nanti kita backup dengan pegawai kita untuk membantu mereka memverifikasi atau mencocokkan antara foto di kartu tes dengan peserta yang datang,” tuturnya.

Dia juga meminta kepada seluruh peserta agar tidak sesekali berani mencoba menggunakan joki hanya untuk bisa lulus seleksi. Sebab, meski telah dinyatakan lulus namun kedapatan menggunakan joki maka akan didiskualifikasi.

“Biar sudah lulus tapi katahuan pakai joki kita akan anulir, jadi percuma karena kita ini mencari putra putri terbaik,” tegasnya.

Diketahui, sebanyak 10.687 peserta CPNS dinyatakan lulus berkas. Mereka akan memperebutkan 481 formasi yang dibuka pemerintah kota, seperti formasi guru diantarany guru kelas ahli pertama, analisis sistem informasi, guru agama islam ahli pertama, guru penjaskes ahli pertama, dan guru bahasa daerah, serta tenaga guru khusus honorer K2.

Formasi tenaga kesehatan, seperti bidan terampil, penyuluh kesehatan masyarakat ahli pertama, apoteker ahli pertama, dokter umum ahli pertama dan dokter gigi ahli pertama.

Serta formasi tenaga teknis, diantaranya analisis sistem informasi, auditor ahli pertama, analisis kepegawaian ahli pertama, penyuluh pertanian ahli pertama, asesor managemen mutu industri ahli pertama, teknik jalan dan jembatan ahli pertama, nutrisionis ahli pertama, dan penyuluh penangana masalah sosial. (*)


div>