RABU , 17 OKTOBER 2018

Ini Manfaat Bela Negara Menurut Wakil Walikota Makassar

Reporter:

Editor:

doelbeckz

Minggu , 17 April 2016 11:57
Ini Manfaat Bela Negara Menurut Wakil Walikota Makassar

Wakil Walikota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, menghadiri penutupan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di Rindam VII Wirabuana Pakkatto, Sabtu 16 April 2016.

MAKASSAR, RAKYATSULSEL.COM – Wakil Walikota Makassar, Dr Syamsu Rizal MI, menututup Pendidikan dan Latihan (Diklat) Bela Negara Pegawai Negeri Sipil (PNS) Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar di Rindam VII Wirabuana Pakkatto, Sabtu 16 April 2016.

Deng Ical, sapaan akrab Wakil Walikota bergelar Doktor ini, mengatakan, diklat bela negara memiliki banyak manfaat antara lain menanamkan jiwa nasionalisme.

Timbulnya kelompok-kelompok fanatis dengan faham ekstrem merongrong kedaulatan bangsa Indonesia. Di sisi lain, gempuran dunia global dengan liberalismenya mempengaruhi jiwa nasionalisme selama ini, sehingga banyak orang perkotaan menjadi lebih individualistis.

“Program bela negara akan meyadarkan generasi muda untuk mencintai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagaimana yang dianugerahkan Tuhan sebagai bangsa yang terdiri dari berbagai suku dan agama,” ujar pasangan Walikota Danny Pomanto ini.

Sekretaris DPD Partai Demokrat Sulsel ini, menilai, warga negara yang kuat, sehat, dan memiliki jiwa nasionalisme yang tinggi, dengan sendirinya akan mengangkat kredibilitas Indonesia di mata dunia.

Dalam lingkup Aparatur Sipil Negara (ASN), bela negara tidak harus dengan mengangkat senjata dan berperang, tetapi bagaimana melaksanakan tugas dengan profesional, membangun potensi diri, menanamkan kejujuran dan tanggung jawab serta kesetiakawanan sosial.

“Akan beda hasilnya, sebelum dan setelah keluar dari diklat. Olehnya apa yang kita dapatkan dari diklat ini kita wujudkan dalam produktivitas kerja dan memberikan pelayanan semakin baik kepada masyarakat,” ujar pria yang dikenal dengan Sombere’na Makassar ini.

Sementara, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Makassar, Andi Gypping Lantara, mengatakan, diklat bela negara angkatan pertama ini diikuti 350 peserta.

Materi bela negara terdiri dari 70 persen wawasan kebangsaan dan 30 persen peningkatan ketahanan fisik.

Selanjutnya, pada Juni mendatang, Pemkot Makassar bekerja sama dengan Rindam VII akan menggelar kembali diklat bela negara yang diperuntukkan untuk pejabat di lingkup Pemkot Makassar.

“Harapan kita mereka akan mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dan rela berkorban demi bangsa dan negara,” ujar Gypping. (***)


div>