JUMAT , 14 DESEMBER 2018

Ini Penjelasan Soal Sekolah di Maros Berhentikan Siswa Keterbelakangan Mental

Reporter:

Editor:

Lukman

Senin , 11 September 2017 21:15
Ini Penjelasan Soal Sekolah di Maros Berhentikan Siswa Keterbelakangan Mental

ILUSTRASI

MAROS, RAKYATSULSEL.COM – Isu pemberhentian seorang siswi yang diduga memiliki keterbelakangan mental dari Sekolah Dasar Negeri Inpres 110 Galaggara, Kecamatan Lau yang sempat viral di media sosial, akhirnya ditanggapi oleh pihak sekolah.

Ditemui di kantor Dinas Pendidikan Maros, Senin (11/9), Kepala SD Inpres 110 Galaggara, Suaeba, enggan berbicara banyak. Ia malah mempersilahkan beberapa awak media untuk bersama dirinya berkunjung ke rumah siswi yang dikabarkan telah dikeluarkan dari sekolahnya.

“Saya tidak mau terkesan membela diri, mendingan kita sama-sama ke rumah yang bersangkutan biar semua jelas. Cukup sudah pemberitaan yang tidak berimbang dari salah satu media yang saya anggap tidak profesional,” ujarnya.

Ditemui di rumahnya di lingkungan Galaggara, Kelurahan Mattirodeng, Lau. Orang tua AR (6), Gaffar menyambut baik kedatangan rombongan kepala sekolah bersama beberapa guru.

“Kami memang pernah dipanggil oleh pihak sekolah dan menyarankan agar putri kami ini disekolahkan di Sekolah Luar Biasa (SLB). Namun, karena agak susah antarnya makanya belum terlaksana,” katanya.

Menurut Gaffar, putrinya memang terlihat baik-baik saja. Namun, ia akui anak bungsunya itu agak sulit berkomunikasi seperti anak seusianya. Ia juga mengaku jika anaknya belum bisa membaca meski sudah lulus Taman Kanak-kanak (TK).

“Kami tidak pernah menyalahkan pihak sekolah yang menyarankan itu ke kami. Hanya saja, memang karena persoalan waktu saja kami belum bisa membawa anak kami ini ke SLB,” tambahnya.

Lebih lanjut, Gaffar mengaku kaget dengan pemberintaan di salah satu media yang mempermasalahkan kebijakan sekolah terhadap anaknya itu. Pihaknya selama ini menganggap kebijakan itu sudah diterima dengan lapang dada, namun terkesan dibesar-besarkan.


div>