MINGGU , 19 AGUSTUS 2018

Ini Penyebab Masyarakat Gampang Tergiur Program Haji-Umrah Bodong

Reporter:

Editor:

rakyat-admin

Selasa , 26 April 2016 12:57
Ini Penyebab Masyarakat Gampang Tergiur Program Haji-Umrah Bodong

ilustrasi

RakyatSulsel.com — Kementerian Agama (Kemenag) tidak cukup sekadar menggelar seremoni program 5 Pasti untuk keamanan umrah maupun haji.

Kemenag juga dituntut untuk menyosialisasikan program itu hingga lapisan masyarakat paling bawah. Sebab, kalangan tersebut rentan menjadi korban penipuan haji dan umrah.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah (PHU) Kemenag Abdul Jamil mengatakan, perekrutan calon jamaah haji (CJH) dan umrah di daerah begitu masif.

“Mereka yang berniat menipu memanfaatkan pengetahuan masyarakat yang masih rendah untuk urusan haji dan umrah,” tuturnya kemarin (25/4).

Mantan Dirjen Bimas Islam Kemenag itu menjelaskan, pihaknya sejatinya sudah menyiapkan data-data agen travel haji khusus dan umrah yang resmi alias terdaftar di Kemenag.

Namun, dia menyatakan bahwa tidak seluruh masyarakat bisa dengan mudah mengakses data-data tersebut.

[NEXT-RASUL]

Menurut dia, masyarakat masih sering tergiur iming-iming harga paket umrah atau haji yang murah. Selain itu, promo berhaji tanpa antre sering membuat masyarakat kalap dan mudah masuk jerat penipuan.

Dia lantas mencontohkan program haji khusus dari PT Djahidin Universal Travel (DUT) yang memberikan iming-iming bahwa calon jamaah tidak perlu antre selayaknya jamaah resmi Kemenag.

Caranya, DUT menawarkan berhaji dengan menggunakan kuota dari Yaman.

Jamil mengatakan, jika ragu terhadap agen travel haji khusus atau umrah yang akan dipilih, masyarakat bisa menanyakan legalitas agen itu ke KUA atau kantor Kemenag di kabupaten/kota.

Jamil mengingatkan, Kemenag sudah mengeluarkan kampanye 5 Pasti Umrah. Yakni, pasti agen travelnya berizin, pasti jadwalnya, pasti terbangnya, pasti hotelnya, dan pasti visanya.

Ketua Komisi VIII DPR Saleh Partaonan Daulay mengatakan, kemenag seharusnya mengoptimalkan fungsi KUA dan kantor Kemenag di kabupaten/kota.

[NEXT-RASUL]

KUA seharusnya menjadi wahana bagi masyarakat di kecamatan hingga kelurahan/desa untuk mendapatkan informasi soal umrah dan haji yang tepat.(wan/c11/agm)


Tag
div>